WIN Media, Jakarta, 19/3/2026 – The phenomenon of online shopping ahead of Eid al-Fitr 1447 H shows a sharply soaring graph, especially among millennials and Gen Z. Based on data from various e-commerce platforms, these young generations dominate transactions for purchasing Muslim fashion products, Eid specialty foods, and household supplies. However, behind the shopping euphoria, concerns arise about post-Eid financial conditions often termed “boncos” or bust.
Financial expert remind the younger generation not to get trapped in an excessive consumptive lifestyle when receiving Holiday Allowances (THR) or annual bonuses. Don’t let the Eid moment that should bring happiness instead leave a burden of debt or empty bank accounts.
Purnama Dhedhy Styawan, an Economics and Public Policy Expert in Jakarta, provides his views on the shopping behavior of the younger generation and tips for managing finances to remain healthy after Eid.
“The phenomenon of skyrocketing online shopping among millennials and Gen Z is actually natural, because they are the generation that grew up with digital technology. The ease of shopping, the temptation of discounts, and ‘pay later’ features make them vulnerable to impulsive behavior,” said Dhedhy.
According to Dhedhy, several factors cause millennials and Gen Z to be prone to experiencing “boncos” after Eid:
First, the temptation of discounts and cashback. E-commerce platforms and brands compete to offer massive discounts ahead of Eid. “FOMO (Fear of Missing Out) makes them buy things they don’t actually need,” Dhedhy explained.
Second, easy access to Buy Now Pay Later (BNPL) features. Installment features without credit cards like Shopee PayLater, GoPay Later, or Kredivo allow them to shop even with limited cash. “This is dangerous if not controlled. It could be that after Eid, they are busy paying installments,” he added.
Third, social pressure on social media. Seeing friends or influencers flaunting new clothes, luxurious parcels, or vacations can trigger the desire to follow a similar lifestyle.
Dhedhy shares practical tips for millennials and Gen Z to keep their finances safe after Eid:
1. Create a Shopping Budget
Determine a maximum limit for spending on Eid needs. “Separate THR for basic needs, zakat, and gifts. Leave some for savings or investment. Don’t spend it all on consumptive shopping,” Dhedhy advised.
2. Use the Envelope System
Digitally, this method can be applied by separating funds into different accounts. “One account for basic needs, one for Eid shopping, and one for savings. If the funds in the shopping account run out, stop shopping,” he said.
3. Avoid Consumptive Debt
Dhedhy reminds people to be wise in using pay later features. “Use it only for truly urgent matters and ensure you can afford the installments. Ideally, installments should not exceed 30 percent of monthly income,” he emphasized.
4. Make a Shopping List
Before shopping online, make a list of items that are truly needed. “Discipline with a shopping list can suppress impulse buying. If it’s not on the list, don’t buy it,” Dhedhy added.
5. Use the Moment for Investment
Instead of spending all THR on shopping, Dhedhy suggests allocating some to investment instruments such as mutual funds or gold. “Investment can be a long-term gift for the future,” he said.
6. Evaluate Post-Eid Finances
After Eid, conduct a simple evaluation of expenses. “Record all expenses during the Eid period. From there, we can learn and plan finances better for the following year,” Dhedhy concluded.
Dhedhy also reminds that Eid happiness is not measured by how many new items are bought, but by togetherness and the meaning of silaturahmi (maintaining ties of kinship). “Don’t let the Eid euphoria make us forget about long-term financial health. Eid passes, but debt can remain,” he closed.
With careful planning, millennials and Gen Z can enjoy Eid peacefully without worrying about bust financial conditions afterward.
Milenial dan Gen Z Boros Belanja Online Jelang Lebaran?

WIN Media, Jakarta, 19/3/2026 – Fenomena belanja online menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H menunjukkan grafik yang melonjak tajam, terutama di kalangan milenial dan Gen Z. Berdasarkan data dari berbagai platform e-commerce, generasi muda ini mendominasi transaksi pembelian produk fesyen muslim, makanan khas Lebaran, hingga perlengkapan rumah tangga. Namun, di balik euforia berbelanja, muncul kekhawatiran akan kondisi keuangan pasca-Lebaran yang kerap disebut “boncos” atau jebol.
Pakar keuangan mengingatkan agar generasi muda tidak terjebak dalam gaya hidup konsumtif yang berlebihan saat mendapatkan Tunjangan Hari Raya (THR) atau bonus tahunan. Jangan sampai momen Lebaran yang seharusnya membawa kebahagiaan justru meninggalkan beban utang atau kekosongan rekening bank.
Purnama Dhedhy Styawan, Pakar Ekonomi dan Kebijakan Publik di Jakarta, memberikan pandangannya mengenai perilaku belanja generasi muda dan tips mengelola keuangan agar tetap sehat setelah Lebaran.
“Fenomena belanja online yang melonjak di kalangan milenial dan Gen Z ini sebenarnya wajar, karena mereka adalah generasi yang tumbuh bersama teknologi digital. Kemudahan berbelanja, godaan diskon, dan fitur ‘pay later’ membuat mereka rentan terhadap perilaku impulsif,” ujar Dhedhy.
Menurut Dhedhy, ada beberapa faktor yang menyebabkan milenial dan Gen Z rentan mengalami “boncos” setelah Lebaran:
Pertama, godaan diskon dan cashback. Platform e-commerce dan brand berlomba-lomba menawarkan diskon besar-besaran menjelang Lebaran. “FOMO (Fear of Missing Out) atau takut ketinggalan tren membuat mereka membeli barang yang sebenarnya tidak terlalu dibutuhkan,” jelas Dhedhy.
Kedua, kemudahan akses ke fitur Buy Now Pay Later (BNPL). Fitur cicilan tanpa kartu kredit seperti Shopee PayLater, GoPay Later, atau Kredivo memungkinkan mereka berbelanja meskipun uang tunai terbatas. “Ini berbahaya jika tidak dikontrol. Bisa jadi setelah Lebaran, mereka justru sibuk membayar cicilan,” tambahnya.
Ketiga, tekanan sosial di media sosial. Melihat teman atau influencer memamerkan baju baru, parcel mewah, atau liburan dapat memicu keinginan untuk mengikuti gaya hidup serupa.
Dhedhy membagikan tips praktis bagi milenial dan Gen Z agar keuangan tetap aman setelah Lebaran:
1. Buat Anggaran Belanja (Budgeting)
Tentukan batas maksimal belanja untuk kebutuhan Lebaran. “Pisahkan THR untuk kebutuhan pokok, zakat, dan hadiah. Sisakan untuk tabungan atau investasi. Jangan menghabiskan semua untuk belanja konsumtif,” pesan Dhedhy.
2. Gunakan Metode Amplop (Envelope System)
Secara digital, metode ini bisa diterapkan dengan memisahkan dana di rekening berbeda. “Satu rekening untuk kebutuhan pokok, satu untuk belanja Lebaran, dan satu untuk tabungan. Jika dana di rekening belanja habis, berhentilah berbelanja,” ujarnya.
3. Hindari Utang Konsumtif
Dhedhy mengingatkan agar bijak menggunakan fitur pay later. “Gunakan hanya untuk hal yang benar-benar mendesak dan pastikan mampu membayar cicilannya. Idealnya, cicilan tidak boleh lebih dari 30 persen pendapatan bulanan,” tegasnya.
4. Buat Daftar Belanja (Shopping List)
Sebelum berbelanja online, buatlah daftar barang yang benar-benar dibutuhkan. “Disiplin dengan daftar belanja bisa menekan impulse buying. Jika tidak ada dalam daftar, jangan dibeli,” tambah Dhedhy.
5. Manfaatkan Momen untuk Investasi
Alih-alih menghabiskan semua THR untuk belanja, Dhedhy menyarankan untuk mengalokasikan sebagian ke instrumen investasi seperti reksadana atau emas. “Investasi bisa menjadi hadiah jangka panjang untuk masa depan,” ujarnya.
6. Evaluasi Keuangan Pasca-Lebaran
Setelah Lebaran, lakukan evaluasi sederhana terhadap pengeluaran. “Catat semua pengeluaran selama periode Lebaran. Dari situ, kita bisa belajar dan merencanakan keuangan lebih baik di tahun depan,” pungkas Dhedhy.
Dhedhy juga mengingatkan bahwa kebahagiaan Lebaran tidak diukur dari seberapa banyak barang baru yang dibeli, tetapi dari kebersamaan dan makna silaturahmi. “Jangan sampai euforia Lebaran membuat kita lupa pada kesehatan finansial jangka panjang. Lebaran berlalu, utang bisa tinggal,” tutupnya.
Dengan perencanaan yang matang, milenial dan Gen Z dapat menikmati Lebaran dengan tenang tanpa khawatir kondisi keuangan yang boncos setelahnya.

