WIN Media, Takalar, 31/3/2026 – The journey of a regional head is often a narrative of a long and winding road. This holds true for Dr. H. Hengki Yasin, S.Sos., M.M., the Deputy Regent of Takalar. In an exclusive interview, Hengki shared his life story; from a young man building a business to a politician now dedicating himself to serving the people of Takalar, South Sulawesi.
Before his name became widely known in the political arena, Hengki Yasin was familiar with the world of entrepreneurship. He started his career not from a privileged position, but through tangible hard work. From being a student who paid for his own tuition, to venturing into the housing development business and managing a boarding house in Makassar, he learned the true value of trust and responsibility.
“I never imagined I would be in politics. I was more focused on the business world. However, the call to serve the community, especially in my home region, became stronger,” Hengki revealed about his initial motivation to enter the world of politics.
His entry into politics was marked by his tenure as a member of the South Sulawesi Provincial House of Representatives (DPRD) for two consecutive periods. As a legislator representing the Gowa-Takalar electoral district, Hengky began to intensely absorb the aspirations of the people.
He realized that to create a broader impact, he needed to be directly involved in the executive branch. This decision culminated in the 2024 Regional Head Election (Pilkada), where he, alongside Ir. H. Mohammad Firdaus Daeng Manye, M.M., won a landslide victory.
Now, after officially serving, Hengki Yasin is translating his entrepreneurial experience into his work programs. He believes that the principles of honesty and a solid reputation that he applied in business are the main capital for building public trust in the government.
“I was a developer. For me, building a region is similar to building a quality house. It requires careful planning, a solid foundation, and collaboration with all parties, especially the community,” explained the politician from the Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).
In his interview, Hengki Yasin emphasized his focus on people-centered development programs. One of the top priorities is improving the quality of public services, including equitable access to healthcare and handling stunting in Takalar.
“Development is not just about physical infrastructure. We must also prepare healthy and superior human resources. I, together with Mr. Firdaus Daeng Manye, are committed to making Takalar advanced and competitive,” he asserted.
Hengki’s vision aligns with the Takalar Unggul dan Berdaya Saing (Takalar Excellent and Competitive) tagline. Concrete steps are being taken, such as revitalizing community health centers (puskesmas) and optimizing digital-based services.
When asked about the biggest challenge after holding office, Hengki answered with a smile. “The challenge is managing expectations. The public wants rapid change. But as leaders, we must ensure that every step taken is precise and sustainable. The most expensive currency in the world is trust, and we don’t want to waste it,” he said, quoting the principle that has guided him for decades.
For Hengki Yasin, the journey from a young entrepreneur to the second-highest leader in Takalar is not just a career change, but a mandate. He views his position not as an achievement, but as a collective responsibility to build a homeland that is more dignified and prosperous for future generations.
Dari Pengusaha Muda ke Kursi Wakil Bupati: Perjalanan Mengabdi Hengki Yasin

WIN Media, Takalar, 31/3/2026 – Perjalanan seorang kepala daerah kerap kali merupakan narasi tentang lika-liku kehidupan. Hal ini melekat pada diri Dr. H. Hengki Yasin, S.Sos., M.M., Wakil Bupati Takalar. Dalam wawancara eksklusif, Hengki membagikan kisah hidupnya; dari seorang pemuda yang membangun bisnis hingga menjadi politisi yang kini mendedikasikan diri untuk melayani masyarakat Takalar, Sulawesi Selatan.
Sebelum namanya dikenal luas di arena politik, Hengki Yasin akrab dengan dunia wirausaha. Ia memulai kariernya bukan dari zona nyaman, melainkan melalui kerja keras yang nyata. Dari seorang mahasiswa yang membiayai kuliahnya sendiri, hingga merambah bisnis pengembangan perumahan dan mengelola kos-kosan di Makassar, ia belajar arti nilai kepercayaan dan tanggung jawab.
“Saya tidak pernah membayangkan akan berkecimpung di dunia politik. Saya lebih fokus di bisnis. Namun, panggilan untuk mengabdi kepada masyarakat, khususnya di daerah asal, semakin kuat,” ungkap Hengki menceritakan awal mula ketertarikannya masuk ke dunia politik.
Langkahnya di dunia politik ditandai dengan masa baktinya sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Selatan selama dua periode berturut-turut. Sebagai legislator dari daerah pemilihan Gowa-Takalar, Hengky mulai intensif menyerap aspirasi rakyat.
Ia menyadari bahwa untuk menciptakan dampak yang lebih luas, ia perlu terlibat langsung di eksekutif. Keputusan ini berpuncak pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024, di mana ia berpasangan dengan Ir. H. Mohammad Firdaus Daeng Manye, M.M., dan meraih kemenangan telak.
Kini, setelah resmi menjabat, Hengki Yasin menerjemahkan pengalaman kewirausahaannya ke dalam program-program kerja. Ia meyakini bahwa prinsip kejujuran dan reputasi baik yang ia terapkan di bisnis adalah modal utama untuk membangun kepercayaan publik terhadap pemerintahan.
“Saya dulu seorang developer. Bagi saya, membangun daerah itu mirip dengan membangun rumah yang berkualitas. Butuh perencanaan matang, pondasi kuat, dan kerja sama dengan semua pihak, terutama masyarakat,” jelas politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).
Dalam wawancaranya, Hengki Yasin menegaskan fokusnya pada program pembangunan yang berpihak pada rakyat. Salah satu prioritas utamanya adalah peningkatan kualitas pelayanan publik, termasuk pemerataan akses kesehatan dan penanganan stunting di Takalar .
“Pembangunan tidak hanya soal infrastruktur fisik. Kita juga harus menyiapkan sumber daya manusia yang sehat dan unggul. Saya bersama Pak Firdaus Daeng Manye berkomitmen untuk menjadikan Takalar unggul dan berdaya saing,” tegasnya.
Visi Hengki sejalan dengan jargon Takalar Unggul dan Berdaya Saing. Langkah konkret pun mulai diambil, seperti revitalisasi puskesmas dan optimalisasi layanan berbasis digital.
Saat ditanya mengenai tantangan terbesar setelah menjabat, Hengki menjawab dengan senyum khasnya. “Tantangannya adalah mengelola ekspektasi. Masyarakat menginginkan perubahan yang cepat. Tapi sebagai pemimpin, kita harus memastikan setiap langkah yang diambil tepat sasaran dan berkelanjutan. Mata uang paling mahal di dunia adalah kepercayaan, dan kami tidak ingin menyia-nyiakannya,” tuturnya, mengutip prinsip yang telah menuntunnya selama puluhan tahun.
Bagi Hengki Yasin, perjalanan dari seorang pengusaha muda menjadi orang nomor dua di Takalar bukan sekadar pergantian profesi, melainkan sebuah amanah. Ia memandang posisinya bukan sebagai pencapaian pribadi, melainkan tanggung jawab bersama untuk membangun tanah air yang lebih bermartabat dan sejahtera bagi generasi mendatang.

