13 Maret 2026

Don’t Miss Out! Here Are the Latest Features of Bookkeeping Apps for Beginner Entrepreneurs

WIN Media, Makassar, 12/3/2026 – In today’s fast-paced digital era, business financial management no longer has to be done manually, which is complicated and prone to errors. Now, various digital bookkeeping applications present the latest features specifically designed to make it easier for beginner entrepreneurs to manage cash flow, record transactions, and compile financial statements right at their fingertips.

Applications such as BukuWarung, BukuKas, Akuntansi UKM, and others continue to innovate by presenting contemporary technologies, ranging from artificial intelligence (AI)-based automatic recording, integration with e-commerce and marketplaces, to integrated taxation features. Beginner entrepreneurs can now manage business finances more easily, quickly, and accurately.

Harry Yulianto, a Digital Business Expert from STIE YPUP Makassar, explains that the adoption of digital bookkeeping technology is a key success factor for MSMEs in the modern era. “Manual bookkeeping using books and calculators is outdated. With digital applications, beginner entrepreneurs can monitor their business’s financial health in real-time, minimize human error, and save up to 70 percent of time,” he told.

According to Harry, there are several latest features in bookkeeping applications that beginner entrepreneurs must know and utilize:

First, automatic recording based on scanning receipts and notes. This feature allows users to simply take a photo of a shopping receipt or purchase note, and the system will automatically record it into the appropriate expense or income category. “This is very helpful for those who are lazy to record manually or often forget to record small transactions. Everything is neatly recorded without hassle,” Harry explained.

Second, integration with marketplaces and e-commerce. The latest bookkeeping applications can directly connect with seller accounts on Shopee, Tokopedia, or TikTok Shop. “Sales data from the marketplace automatically enters the bookkeeping app. Business owners no longer need to input data one by one. This saves time and reduces the risk of recording errors,” he added.

Third, instant financial reports in various formats. With one click, users can obtain profit and loss statements, cash flow, and balance sheets in the form of easy-to-understand graphs and diagrams. “This feature helps beginner entrepreneurs without an accounting background to still understand their business condition. Data visualization makes financial analysis simpler,” said Harry.

Fourth, receivables and payables management features. Harry notes that this feature is crucial, especially for businesses that often transact on credit terms. “The app can remind you when customer payments are due or when to pay debts to suppliers. This prevents arrears that could disrupt cash flow,” he explained.

Fifth, automatic tax calculation features. Approaching the tax reporting period, this feature becomes a lifesaver. “Bookkeeping apps can now automatically calculate the Final MSME Income Tax (0.5 percent) or VAT if the business is already registered as a Taxable Entrepreneur. In fact, some applications are already integrated with the DJP’s e-filing system,” Harry revealed.

Harry also provides tips for choosing the right bookkeeping application:

  1. Match it with your business scale. For beginners with few transactions, free applications are sufficient. If the business starts to grow, consider paid applications with more complete features.
  2. Ensure it is easy to use. Choose an app with a simple interface and easy-to-understand language.
  3. Pay attention to data security. Ensure the app has data encryption and a good reputation for protecting user privacy.
  4. Check the availability of data backup and export features. This is important so that financial data is not lost and can be transferred if switching applications.

“By utilizing the latest features, beginner entrepreneurs can focus on business development, rather than being busy with boring administrative tasks. Technology is here to simplify, not complicate,” Harry concluded.

In this blessed month of Ramadan, managing business finances neatly is valuable capital for achieving maximum profits during the Eid moment.


Jangan Sampai Ketinggalan! Ini Dia Fitur Terbaru Aplikasi Pembukuan untuk Pebisnis Pemula

WIN Media, Makassar, 12/3/2026 – Di era digital yang serba cepat, pengelolaan keuangan bisnis tidak lagi harus dilakukan dengan cara manual yang rumit dan rawan kesalahan. Kini, berbagai aplikasi pembukuan digital menghadirkan fitur-fitur terbaru yang dirancang khusus untuk memudahkan pebisnis pemula dalam mengatur arus kas, mencatat transaksi, dan menyusun laporan keuangan hanya dalam genggaman tangan.

Aplikasi seperti BukuWarung, BukuKas, Akuntansi UKM, dan lainnya terus berinovasi dengan menghadirkan teknologi kekinian, mulai dari pencatatan otomatis berbasis kecerdasan buatan (AI), integrasi dengan e-commerce dan marketplace, hingga fitur perpajakan yang terintegrasi. Para pebisnis pemula kini dapat mengelola keuangan bisnis dengan lebih mudah, cepat, dan akurat.

Harry Yulianto, Pakar Bisnis Digital dari STIE YPUP Makassar, menjelaskan bahwa adopsi teknologi pembukuan digital menjadi faktor kunci keberhasilan UMKM di era modern. “Pembukuan manual menggunakan buku dan kalkulator sudah ketinggalan zaman. Dengan aplikasi digital, pebisnis pemula bisa memantau kesehatan keuangan bisnisnya secara real-time , meminimalkan human error, dan menghemat waktu hingga 70 persen,” ujarnya.

Menurut Harry, ada beberapa fitur terbaru dalam aplikasi pembukuan yang wajib diketahui dan dimanfaatkan oleh pebisnis pemula:

Pertama, pencatatan otomatis berbasis pemindaian (scan) struk dan nota. Fitur ini memungkinkan pengguna cukup memfoto struk belanja atau nota pembelian, dan sistem akan secara otomatis mencatatnya ke dalam kategori pengeluaran atau pemasukan yang tepat. “Ini sangat membantu untuk mereka yang malas mencatat manual atau sering lupa mencatat transaksi kecil. Semua tercatat rapi tanpa repot,” jelas Harry.

Kedua, integrasi dengan marketplace dan e-commerce. Aplikasi pembukuan terkini dapat langsung terhubung dengan akun penjual di Shopee, Tokopedia, atau TikTok Shop. “Data penjualan dari marketplace otomatis masuk ke aplikasi pembukuan. Pebisnis tidak perlu lagi memasukkan data satu per satu. Ini menghemat waktu dan mengurangi risiko salah catat,” tambahnya.

Ketiga, laporan keuangan instan dalam berbagai format. Dengan satu klik, pengguna bisa mendapatkan laporan laba rugi, arus kas, dan neraca dalam bentuk grafik dan diagram yang mudah dipahami. “Fitur ini membantu pebisnis pemula yang tidak memiliki latar belakang akuntansi untuk tetap memahami kondisi bisnisnya. Visualisasi data membuat analisis keuangan jadi lebih sederhana,” ujar Harry.

Keempat, fitur manajemen utang piutang. Harry menyebut fitur ini sangat krusial, terutama bagi bisnis yang sering bertransaksi dengan sistem tempo. “Aplikasi bisa mengingatkan kapan jatuh tempo pembayaran dari pelanggan atau kapan harus membayar utang ke supplier. Ini mencegah terjadinya tunggakan yang bisa mengganggu arus kas,” jelasnya.

Kelima, fitur perhitungan pajak otomatis. Menjelang masa pelaporan pajak, fitur ini menjadi penyelamat. “Aplikasi pembukuan kini bisa menghitung otomatis PPh Final UMKM (0,5 persen) atau PPN jika sudah berstatus Pengusaha Kena Pajak. Bahkan, beberapa aplikasi sudah terintegrasi dengan sistem e-filing DJP,” ungkap Harry.

Harry juga memberikan tips dalam memilih aplikasi pembukuan yang tepat:

  1. Sesuaikan dengan skala bisnis. Untuk pemula dengan transaksi sedikit, aplikasi gratis sudah mencukupi. Jika bisnis mulai berkembang, pertimbangkan aplikasi berbayar dengan fitur lebih lengkap.
  2. Pastikan mudah digunakan. Pilih aplikasi dengan antarmuka sederhana dan bahasa yang mudah dipahami.
  3. Perhatikan keamanan data. Pastikan aplikasi memiliki enkripsi data dan reputasi baik dalam menjaga privasi pengguna.
  4. Cek ketersediaan fitur backup dan ekspor data. Ini penting agar data keuangan tidak hilang dan bisa dipindahkan jika berganti aplikasi.

“Dengan memanfaatkan fitur-fitur terkini, pebisnis pemula bisa fokus pada pengembangan bisnis, bukan sibuk mengurus administrasi yang membosankan. Teknologi hadir untuk mempermudah, bukan mempersulit,” pungkas Harry.

Di bulan Ramadhan yang penuh berkah ini, mengelola keuangan bisnis dengan rapi menjadi modal berharga untuk meraih keuntungan maksimal di momen Lebaran.

Related News