WIN Media, Makassar, 8/3/2026 – Entering the mid-Ramadan 1447 H, the prices of several basic commodities have experienced a significant increase. Ministry of Trade data records that the prices of cooking oil, granulated sugar, and wheat flour have risen by an average of 10-15 percent compared to the previous month. This condition poses a serious challenge for Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) who must maintain product quality amidst production cost pressures.
However, behind these challenges, a number of successful entrepreneurs have managed to maintain and even increase their turnover. What are their winning strategies? Harry Yulianto, a Strategic Management Expert from STIE YPUP Makassar, shares his tips.
Harry explains that the increase in basic commodity prices during Ramadan is an annual phenomenon that can be anticipated with strategic management. “Successful entrepreneurs don’t panic when facing price fluctuations. They already have contingency plans and careful efficiency strategies,” he told.
According to Harry, there are five main strategies that MSME entrepreneurs apply to reduce production costs without sacrificing quality:
First, operational efficiency through evaluation of production processes. Harry advises MSME actors to evaluate every stage of production and identify waste. “Many MSMEs run production processes based on habit. In fact, by rearranging the workflow, we can reduce time, energy, and costs without reducing quality,” he explained.
Second, maintaining standards for main raw materials. Harry emphasizes that savings should not be made by replacing main raw materials with lower quality ones. “Consumers are already familiar with the taste and quality of your product. If you lower the raw material quality, they will leave,” he asserted. Instead, he recommends seeking alternative suppliers with more competitive prices but equivalent specifications, or stocking up on raw materials earlier before prices surge.
Third, implementing more accurate raw material planning and control. Harry cites research showing that the Economic Order Quantity (EOQ) method is proven to be more efficient in managing inventory compared to conventional methods. “By calculating the most economical order quantity, MSMEs can reduce storage costs and avoid raw material waste,” he added.
Fourth, simplifying production processes by eliminating stages that do not add value. “Overly long and repetitive work processes often trigger cost waste. Simplify the production flow, focus on activities that truly determine the final quality of the product,” said Harry.
Fifth, optimizing the role of human resources through simple training. “Quality is not only determined by materials but also by the skills of the workforce. Basic training on work standards and quality control helps reduce production errors and minimize repair costs,” he explained.
Harry also reminds that proper efficiency is not about cutting everything, but carefully choosing what to maintain. “Research shows that increased production costs have an inverse relationship with profitability. The higher the production costs, the lower the profit. But if efficiency is done intelligently without reducing quality, profitability can actually increase,” he concluded. With the right strategies, MSMEs actors can navigate the challenge of rising basic commodity prices and continue to reap the blessings of Ramadan without sacrificing consumer trust.
Harga Bahan Pokok Merangkak Naik: Strategi UMKM Menekan Biaya Produksi Tanpa Kurangi Kualitas

WIN Media, Makassar, 8/3/2026 – Memasuki pertengahan Ramadhan 1447 H, harga sejumlah bahan pokok mengalami kenaikan yang signifikan. Data Kementerian Perdagangan mencatat harga minyak goreng, gula pasir, dan tepung terigu rata-rata naik 10-15 persen dibanding bulan sebelumnya. Kondisi ini menjadi tantangan berat bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang harus menjaga kualitas produk di tengah tekanan biaya produksi.
Namun, di balik tantangan tersebut, sejumlah pengusaha sukses justru mampu mempertahankan bahkan meningkatkan omzetnya. Apa strategi jitu mereka? Harry Yulianto, Pakar Manajemen Strategi dari STIE YPUP Makassar, membagikan tipsnya.
Harry menjelaskan bahwa kenaikan harga bahan pokok saat Ramadhan adalah fenomena tahunan yang bisa diantisipasi dengan manajemen strategis. “Pengusaha yang sukses tidak panik menghadapi fluktuasi harga. Mereka sudah memiliki rencana cadangan dan strategi efisiensi yang cermat,” ujarnya.
Menurut Harry, ada lima strategi utama yang diterapkan pengusaha UMKM untuk menekan biaya produksi tanpa mengorbankan kualitas:
Pertama, efisiensi operasional melalui evaluasi proses produksi. Harry menyarankan pelaku UMKM untuk mengevaluasi setiap tahapan produksi dan mengidentifikasi pemborosan. “Banyak UMKM menjalankan proses produksi berdasarkan kebiasaan. Padahal, dengan menata ulang alur kerja, kita bisa mengurangi waktu, tenaga, dan biaya tanpa mengurangi kualitas,” jelasnya.
Kedua, menjaga standar bahan baku utama. Harry menegaskan bahwa penghematan tidak boleh dilakukan dengan mengganti bahan baku utama dengan kualitas lebih rendah. “Konsumen sudah hafal rasa dan kualitas produk Anda. Jika bahan baku diturunkan, mereka akan pergi,” tegasnya. Sebagai gantinya, ia merekomendasikan untuk mencari alternatif pemasok dengan harga lebih kompetitif namun spesifikasi setara, atau melakukan stok bahan baku lebih awal sebelum harga melonjak.
Ketiga, melakukan perencanaan dan pengendalian bahan baku yang lebih akurat. Harry mengutip penelitian yang menunjukkan bahwa metode Economic Order Quantity (EOQ) terbukti lebih efisien dalam mengelola persediaan dibandingkan metode konvensional. “Dengan menghitung jumlah pemesanan yang paling ekonomis, UMKM bisa menekan biaya penyimpanan dan menghindari pemborosan bahan baku,” tambahnya.
Keempat, menyederhanakan proses produksi dengan menghilangkan tahapan yang tidak memberikan nilai tambah. “Proses kerja yang terlalu panjang dan berulang sering memicu pemborosan biaya. Sederhanakan alur produksi, fokus pada aktivitas yang benar-benar menentukan kualitas akhir produk,” ujar Harry.
Kelima, mengoptimalkan peran sumber daya manusia melalui pelatihan sederhana. “Kualitas tidak hanya ditentukan oleh bahan, tetapi juga oleh keterampilan tenaga kerja. Pelatihan dasar mengenai standar kerja dan kontrol mutu membantu mengurangi kesalahan produksi dan menekan biaya perbaikan,” jelasnya.
Harry juga mengingatkan bahwa efisiensi yang tepat bukan tentang mengurangi segalanya, melainkan memilih dengan cermat apa yang harus dipertahankan. “Penelitian menunjukkan bahwa peningkatan biaya produksi memiliki hubungan terbalik dengan profitabilitas. Semakin tinggi biaya produksi, semakin rendah keuntungan. Tapi jika efisiensi dilakukan dengan cerdas tanpa mengurangi kualitas, profitabilitas justru bisa meningkat,” pungkasnya.
Dengan strategi yang tepat, para pelaku UMKM dapat melewati tantangan kenaikan harga bahan pokok dan tetap meraih berkah Ramadhan tanpa mengorbankan kepercayaan konsumen.

