13 Maret 2026

Cost of Living Rising? Here’s the Secret to Mutual Fund Investment for Beginners

WIN Media, Jakarta, 25/2/2026 – Economic pressure is being felt in the pockets of Indonesians. The rising prices of basic necessities, persistently high transportation costs, and increasingly consumptive lifestyles are causing many, especially the younger generation, to worry about managing their finances. Amidst this situation of a “rising cost of living,” a big question emerges: how can we make our money work harder than we do?

Purnama Dhedhy Styawan, an Economics and Public Policy Expert in Jakarta, offers a solution. According to him, one of the smartest moves to fight inflation and rising living costs is to start investing. However, for beginners, the world of investment often feels scary and complicated. Dhedhy recommends mutual funds as the most beginner-friendly entry point.

“Mutual funds are like online shopping, but the stocks are already chosen for you by professionals. You don’t need to be a stock analyst or worry about monitoring the market every second. With small capital, you can already diversify your portfolio,” stated Dhedhy.

Dhedhy outlined four smart strategies for beginners wanting to start investing in mutual funds amidst the pressure of living costs.

First Strategy: Understand Your Goals and Risk Profile. Before investing, know yourself. “Do you need quick funds to buy a house in 3 years? Or for retirement in 30 years? The longer your time horizon, the more risk you can typically take. For beginners with limited funds, money market mutual funds are suitable for the short term, while stock mutual funds are for the long term,” explained the man who is also active in fiscal policy research.

Second Strategy: Start Small, But Be Consistent. Many people delay investing because they feel they don’t have enough funds yet. Dhedhy refutes this notion. “Mutual funds allow you to start with IDR 100,000, and some even with IDR 10,000. What’s more important is consistency, for example, using an autodebit feature. Investing IDR 100,000 regularly every month is better than saving IDR 1 million once a year,” he emphasized.

Third Strategy: Choose Platforms Registered and Supervised by OJK. Security is everything. Purnama reminds beginners to only use investment applications or platforms officially registered with the Financial Services Authority (OJK). “Don’t be tempted by promises of high returns in a short time. That’s usually a scam. Check their legality, read reviews, and make sure your funds are safe,” he added.

Fourth Strategy: Don’t Panic Over Market Fluctuations. Market going up? Market going down? For beginners, fluctuations are normal. “Mutual funds are for the long term. Don’t sell when prices drop out of panic. In fact, when prices drop, it’s an opportunity to buy more at a lower price. Focus on your end goal, not on daily volatility,” Dhedhy concluded.

He added that amidst continuously rising living costs, investing is no longer an option, but a necessity. “Your money is eroded by inflation every year. If you just keep it under your mattress or in a regular savings account, its value will continue to decrease. Mutual funds are one way to maintain your purchasing power in the long run.”


Biaya Hidup Makin Mahal? Ini Dia Jurus Investasi Reksadana untuk Pemula

WIN Media, Jakarta, 25/2/2026 – Tekanan ekonomi terasa di kantong masyarakat Indonesia. Harga kebutuhan pokok yang terus merangkak naik, tarif transportasi yang tak kunjung turun, dan gaya hidup yang semakin konsumtif membuat banyak orang, terutama generasi muda, mulai pusing mengatur keuangan. Di tengah situasi “biaya hidup makin mahal” ini, muncul pertanyaan besar: bagaimana cara membuat uang bekerja lebih keras daripada kita?

Purnama Dhedhy Styawan, Pakar Ekonomi dan Kebijakan Publik di Jakarta, hadir memberikan solusi. Menurutnya, salah satu jurus jitu untuk melawan inflasi dan kenaikan biaya hidup adalah dengan berinvestasi. Namun, bagi pemula, dunia investasi sering terasa menakutkan dan rumit. Dhedhy merekomendasikan reksadana sebagai pintu masuk yang paling ramah untuk pemula.

“Reksadana itu seperti belanja online, tapi sahamnya sudah dipilihkan oleh profesional. Anda tidak perlu jadi analis saham atau pusing memantau pasar setiap detik. Dengan modal kecil, Anda sudah bisa mendiversifikasi portofolio,” ujar Dhedhy.

Dhedhy memaparkan empat jurus jitu bagi pemula yang ingin memulai investasi reksadana di tengah tekanan biaya hidup.

Jurus Pertama: Pahami Tujuan dan Profil Risiko. Sebelum berinvestasi, kenali diri sendiri. “Apakah Anda butuh dana cepat untuk beli rumah 3 tahun lagi? Atau untuk dana pensiun 30 tahun lagi? Semakin panjang jangka waktunya, semakin besar risiko yang bisa Anda ambil. Untuk pemula dengan dana terbatas, reksadana pasar uang cocok untuk jangka pendek, sementara reksadana saham untuk jangka panjang,” jelas pria yang juga aktif dalam riset kebijakan fiskal ini.

Jurus Kedua: Mulai dari Nominal Kecil, Tapi Konsisten. Banyak orang menunda investasi karena merasa dananya belum cukup. Dhedhy membantah anggapan ini. “Reksadana memungkinkan Anda mulai dengan Rp100.000, bahkan ada yang Rp10.000. Yang lebih penting adalah konsistensi, misalnya dengan fitur autodebet. Investasi rutin Rp100.000 per bulan lebih baik daripada menabung Rp1 juta setahun sekali,” tegasnya.

Jurus Ketiga: Pilih Platform yang Terdaftar dan Diawasi OJK. Keamanan adalah segalanya. Purnama mengingatkan agar pemula hanya menggunakan aplikasi atau platform investasi yang resmi terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). “Jangan tergiur iming-iming return tinggi dalam waktu singkat. Itu biasanya modus penipuan. Cek legalitasnya, baca ulasannya, dan pastikan dana Anda aman,” tambahnya.

Jurus Keempat: Jangan Panik dengan Fluktuasi Pasar. Pasar sedang naik? pasar sedang turun? Bagi pemula, fluktuasi adalah hal yang wajar. “Reksadana itu untuk jangka panjang. Jangan jual saat harga turun karena panik. Justru saat harga turun, itu kesempatan untuk membeli lebih banyak dengan harga murah. Fokus pada tujuan akhir Anda, bukan pada gejolak harian,” pungkas Dhedhy.

Ia menambahkan, di tengah biaya hidup yang terus meningkat, berinvestasi bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan. “Uang Anda tergerus inflasi setiap tahun. Jika hanya disimpan di bawah bantal atau di tabungan biasa, nilainya akan terus menurun. Reksadana adalah salah satu cara untuk menjaga daya beli Anda dalam jangka panjang,” tutupnya.

Related News