13 Maret 2026

Which Digital Wallet is the Most Profitable for Saving and Investing in 2026?

WIN Media, Jakarta, 26/2/2026 – The landscape of digital financial services in Indonesia continues to evolve rapidly entering 2026. What was once merely a tool for payments and cashback has now transformed into a comprehensive financial super-app.

For the public, the key question is no longer just about convenience, but about profitability: Which digital wallet actually makes our money grow?

Purnama Dhedhy Styawan, an Economist and Public Policy Expert in Jakarta, observes that the competition among digital wallets is no longer just about burning cash to attract users. Instead, the focus has shifted to the ecosystem’s ability to retain funds through integrated savings and investment features.

“The current battle is for the ‘Wallet Share’. Applications are not just places to store money for transactions, but gateways to financial products. In 2026, the most profitable digital wallet for users is the one that can offer a combination of high liquidity and competitive yields,” explained Dhedhy.

Based on market observations and feature analysis as of early February 2026, here are four digital wallets that stand out in terms of savings and investment features:

  1. GoPay (via GoInvestasi): Still leading in terms of user base. Its mutual fund and gold investment features are well-integrated. The advantage lies in its seamless connectivity with the everyday ecosystem, from transportation to food.
  2. OVO (via ReksaDana): Continues to strengthen its position in the investment sector by offering various money market mutual funds with low initial capital. Its integration with the stock market investment platform also provides added value for more experienced users.
  3. DANA (via DANA Siaga and DANA Saham): Aggressively promotes the “DANA Siaga” savings pocket feature, which offers returns slightly above average conventional savings. They are also actively educating users about stock investment directly from the application.
  4. SeaBank (as a Digital Bank within the Shopee Ecosystem): Although technically a digital bank, its integration with the ShopeePay wallet makes it a favorite. The primary attraction remains the high-interest rate on savings without complex requirements.

Purnama Dhedhy Styawan reminds the public to remain vigilant against offers that seem too good to be true. “High returns always come with high risk, especially in investment products. Make sure the application used is officially licensed and supervised by the OJK (Financial Services Authority). Do not let the desire to profit lead to losses from illegal investments or misuse of personal data,” he emphasized.

In 2026, choosing a digital wallet for saving and investing is akin to choosing a financial partner. Profitability is important, but security, convenience, and regulatory compliance are non-negotiable.


Dompet Digital Mana yang Paling Untung buat Nabung dan Investasi di 2026?

WIN Media, Jakarta, 26/2/2026 – Lanskap layanan keuangan digital di Indonesia terus bertransformasi dengan cepat di tahun 2026. Jika dulu dompet digital hanya sekadar alat bayar dan berburu cashback, kini fungsinya telah merambah menjadi super-app finansial.

Pertanyaan kunci bagi masyarakat pun bergeser dari sekadar “praktis” menjadi “menguntungkan”: Dompet digital mana yang benar-benar membuat uang kita bertumbuh?

Pengamat Ekonomi dan Kebijakan Publik di Jakarta, Purnama Dhedhy Styawan, menilai bahwa persaingan dompet digital saat ini bukan lagi tentang bakar uang untuk meraup pengguna. Kompetisi berfokus pada kemampuan ekosistem dalam menahan dana pengguna melalui fitur tabungan dan investasi yang terintegrasi.

“Pertarungannya sekarang adalah merebut ‘porsi dompet’ pengguna. Aplikasi tidak lagi hanya menjadi tempat transit uang untuk transaksi, tetapi menjadi pintu masuk ke produk-produk finansial. Di tahun 2026, dompet digital yang paling menguntungkan bagi masyarakat adalah yang bisa menawarkan kombinasi antara likuiditas tinggi dan imbal hasil yang kompetitif,” jelas Dhedhy.

Berdasarkan pengamatan pasar dan analisis fitur per awal Februari 2026, berikut adalah empat dompet digital yang menonjol dalam hal fitur menabung dan investasi:

  1. GoPay (via GoInvestasi): Masih memimpin dalam hal basis pengguna. Fitur reksadana dan investasi emasnya terintegrasi dengan baik. Keunggulan utamanya adalah konektivitas tanpa sekat dengan ekosistem sehari-hari, dari transportasi hingga makanan.
  2. OVO (via ReksaDana): Terus memperkuat posisinya di sektor investasi dengan menawarkan berbagai pilihan reksadana pasar uang dengan modal awal rendah. Integrasi dengan platform investasi pasar modal juga memberikan nilai tambah bagi pengguna yang lebih berpengalaman.
  3. DANA (via DANA Siaga dan DANA Saham): Gencar mempromosikan fitur kantong tabungan “DANA Siaga” yang memberikan imbal hasil sedikit di atas tabungan konvensional. Mereka juga aktif mengedukasi pengguna tentang investasi saham langsung dari aplikasi.
  4. SeaBank (sebagai Bank Digital dalam Ekosistem Shopee): Meski secara teknis adalah bank digital, integrasinya dengan dompet ShopeePay membuatnya menjadi primadona. Daya tarik utamanya tetaplah bunga tabungan harian yang tinggi tanpa syarat yang rumit.

Purnama Dhedhy Styawan mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap iming-iming keuntungan yang tidak masuk akal. “Imbal hasil tinggi selalu berbanding lurus dengan risiko tinggi, terutama di produk investasi. Pastikan aplikasi yang digunakan berizin dan diawasi oleh OJK. Jangan sampai keinginan untuk untung malah berujung pada kerugian akibat investasi ilegal atau penyalahgunaan data pribadi,” tegasnya.

Pada tahun 2026, memilih dompet digital untuk menabung dan berinvestasi ibarat memilih pasangan finansial. Keuntungan memang penting, namun keamanan, kenyamanan, dan kepatuhan regulasi adalah harga mati yang tidak bisa ditawar.

Related News