WIN Media, Makassar, 19/2/2026 – The first day of Ramadan 1447 H is not only a spiritual moment but also opens the door to fortune for Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) and takjil vendors. Long queues at food stalls and a flood of online orders are common sights. However, behind this great opportunity, competition is also getting tougher.
Harry Yulianto, a digital business expert from STIE YPUP Makassar, reminds that success on the first day of fasting cannot be achieved with instant preparation. “The first day is both a test and the main stage. Consumers are in an adaptation phase, looking for practical yet special iftar menus. If you can captivate them on the first day, customer loyalty can be maintained until the end of Ramadan,” he told.
Here are four winning strategies summarized from Harry Yulianto‘s explanation to ensure your products sell well on the first day of fasting:
1. Optimize Digital Marketing from D-1
Don’t wait until D-Day to promote. Harry emphasizes the importance of building market anticipation. “Upload high-quality product photos, include the price, and open pre-orders from D-3 or D-1. Utilize the ‘Schedule Post’ feature on Instagram and Facebook so promotional content appears right when potential buyers start looking for iftar menus,” he explained. He also recommends using keywords like fresh takjil, iftar menu, or dates in social media bios to make them easy to find.
2. Branding with Functional and Aesthetic Packaging
In the social media era, packaging is the brand’s ambassador. “Today’s consumers ‘eat with their eyes’. Clean, hygienic, and aesthetic packaging not only protects the food but also becomes free content for buyers who upload it on their stories,” said Harry. He cited the use of clear plastic with informative sticker labels or food boxes with dividers for complete iftar packages. “Add a ‘Thank You’ sticker or words of Ramadan greetings for a personal touch,” he added.
3. Product Innovation with a Local and Modern Twist
Traditional cakes and kolak remain favorites, but light innovation can be a differentiator. “Don’t be afraid to get creative. For example, bubur sumsum with boba toppings, or fried bananas with chocolate cheese sauce. The key is to maintain the basic flavors that appeal to the local palate,” Harry explained. He also suggested creating package variants, such as a “Complete Healthy Iftar Package” containing a full meal, or a “Practical Package” for office workers.
4. Agile Stock Management and Service
Customer disappointment due to food running out or excessively long queues can have a negative impact. “Conduct small-scale research. Estimate the number of buyers based on social media interactions or experience from previous years. Prepare 20 percent more raw materials than the initial estimate to anticipate spikes,” he advised. For service, he recommended a simple queue number system or reconfirmation for online orders to ensure no orders are missed.
Harry Yulianto is optimistic that with a mature strategy, the first day of Ramadan is not a threat, but rather the beginning of a promising profit season. “Happy selling, maintain quality, and don’t forget to intend it as an act of worship. Blessings will follow,” he concluded.
Musim Cuan Dimulai! Ini Strategi Jitu UMKM dan Pedagang Takjil agar Laris Manis di Hari Pertama Puasa 2026

WIN Media, Makassar, 19/2/2026 – Hari pertama Ramadan 1447 H tidak hanya menjadi momen spiritual, tetapi juga pembuka pintu rezeki bagi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) serta pedagang takjil. Antrean panjang di gerai makanan dan padatnya pesanan online menjadi pemandangan umum. Namun, di balik peluang besar tersebut, persaingan juga semakin ketat.
Harry Yulianto, pakar bisnis digital dari STIE YPUP Makassar, mengingatkan bahwa kesuksesan di hari pertama puasa tidak bisa diraih dengan persiapan instan. “Hari pertama adalah ujian sekaligus panggung utama. Konsumen sedang dalam fase adaptasi, mencari menu berbuka yang praktis namun tetap istimewa. Jika mampu memikat di hari pertama, loyalitas pelanggan bisa terjaga hingga akhir Ramadan,” ujarnya.
Berikut empat strategi jitu yang dirangkum dari paparan Harry Yulianto agar dagangan laris manis di hari pertama puasa:
1. Optimalisasi Digital Marketing Sejak H-1
Jangan menunggu hari H untuk promosi. Harry menekankan pentingnya membangun antisipasi pasar. “Unggah foto produk dengan kualitas produk, cantumkan harga, dan buka pre-order sejak H-3 atau H-1. Manfaatkan fitur ‘Jadwalkan Postingan’ di Instagram dan Facebook agar konten promosi muncul tepat saat calon pembeli mulai mencari menu takjil,” jelasnya. Ia juga merekomendasikan penggunaan kata kunci seperti takjil segar, menu buka puasa, atau kurma di bio media sosial agar mudah ditemukan.
2. Branding Kemasan yang Fungsional dan Estetis
Di era media sosial, kemasan adalah duta merek. “Konsumen zaman now ‘makan dengan mata’. Kemasan yang bersih, higienis, dan estetis tidak hanya melindungi makanan, tetapi juga menjadi konten gratis bagi pembeli yang mengunggahnya di story,” kata Harry. Ia mencontohkan penggunaan mika bening dengan stiker label yang informatif atau kotak makanan dengan sekat untuk paket takjil lengkap. “Tambahkan stiker ‘Thank You’ atau kata-kata selamat berpuasa untuk sentuhan personal,” imbuhnya.
3. Inovasi Produk dengan Sentuhan Lokal dan Kekinian
Kue tradisional dan kolak tetap menjadi primadona, tetapi inovasi ringan bisa menjadi pembeda. “Jangan takut berkreasi. Misalnya, bubur sumsum dengan topping boba, atau pisang goreng dengan saus cokelat keju. Yang penting, tetap pertahankan cita rasa dasar yang disukai lidah lokal,” terang Harry. Ia juga menyarankan untuk membuat varian paket, seperti “Paket Berbuka 4 Sehat 5 Sempurna” yang berisi menu lengkap, atau “Paket Praktis” untuk pekerja kantoran.
4. Manajemen Stok dan Layanan yang Cekatan
Kekecewaan pelanggan karena makanan habis atau antrean terlalu lama bisa berdampak negatif. “Lakukan riset kecil-kecilan. Perkirakan jumlah pembeli berdasarkan interaksi di media sosial atau pengalaman tahun lalu. Siapkan bahan baku 20 persen lebih banyak dari perkiraan awal untuk mengantisipasi lonjakan,” sarannya. Untuk layanan, ia merekomendasikan sistem nomor antrean sederhana atau konfirmasi ulang untuk pesanan online agar tidak ada pesanan yang terlewat.
Harry Yulianto optimistis, dengan strategi yang matang, hari pertama Ramadan bukanlah momok, melainkan awal dari musim cuan yang menjanjikan. “Selamat berjualan, jaga kualitas, dan jangan lupa niatkan ibadah. Keberkahan akan mengikuti,” tutupnya.

