WIN Media, Makassar, 19/2/2026 – Entering the first week of Ramadan, schools in Indonesia generally suspend face-to-face teaching and learning activities. However, school holidays do not mean a holiday from learning, especially regarding character building. Educators are now looking at utilizing applications and digital platforms as a medium to instill positive values during the holy month.
Ahmad Arfah, a Teacher at MAN 1 Makassar, emphasized that Ramadan is a strategic moment for character education. “During this blessed month, children have more time at home. If not directed, gadgets can become mere entertainment. But with the right guidance and technology, we can transform them into effective tools for character learning,” he told.
Here are four strategies shared by Arfah for optimizing digital platforms in shaping students’ character during Ramadan:
1. Al-Quran and Hadith Apps for Building Discipline
Arfah recommends utilizing applications like Qur’an Kemenag or Muslim Pro, which are equipped with tadarus (recitation) features, translations, and interpretations (tafsir). “Parents can create a virtual tadarus schedule, for example after sahur (pre-dawn meal) or just before breaking the fast. These apps also usually have prayer reminders and targets for completing the Quran recitation (khatam). This trains children to be disciplined and consistent (istiqomah),” he explained.
2. Video Platforms for Instilling Empathy and Social Awareness
YouTube and TikTok can become educational tools if properly monitored. “Invite children to watch inspirational content such as stories of the prophets, biographies of Muslim figures, or videos about life in conflict zones and underprivileged areas. After watching, discuss values like empathy, gratitude, and the spirit of sharing. This is more impactful than just lectures,” Arfah explained.
3. Social Media as a Forum for Goodness Challenges
This digitally-savvy teacher encourages the use of Instagram or Facebook to spread kindness. “Create daily challenges, for example ‘Today I Shared’ or ‘A Smile for Others’. Ask students to upload photos or short videos of their positive activities with a specific hashtag. This creates a healthy digital environment and motivates them to compete in doing good deeds,” he suggested.
4. Online Discussion Groups to Strengthen Tolerance and Mutual Cooperation
WhatsApp or Telegram can function as interactive discussion spaces. “Teachers can send a thought-provoking question every day, such as ‘What does fasting mean to you?’ or ‘How do you respect friends of different beliefs while fasting?’. Let students express their opinions and respond to each other. This trains them to think critically while respecting differing viewpoints,” said Arfah.
Arfah hopes parents and teachers can synergize to use technology wisely. “Don’t let children get immersed in unhelpful content. Guide them, accompany them. Ramadan is the best school (madrasah), and technology is the tool. Let’s make this school holiday truly an empowering one,” he concluded.
Libur Sekolah Bukan Libur Belajar: Mengoptimalkan Aplikasi dan Platform Digital untuk Pendidikan Karakter Selama Ramadan

WIN Media, Makassar, 19/2/2026 – Memasuki pekan pertama Ramadan, sekolah-sekolah di Indonesia umumnya meliburkan kegiatan belajar mengajar tatap muka. Namun, libur sekolah tidak berarti libur belajar, terutama dalam hal pembentukan karakter. Para pendidik kini mulai melirik pemanfaatan aplikasi dan platform digital sebagai media untuk menanamkan nilai-nilai positif selama bulan suci.
Ahmad Arfah, Guru MAN 1 Makassar, menegaskan bahwa Ramadan adalah momentum strategis untuk pendidikan karakter. “Di bulan penuh berkah ini, anak-anak memiliki lebih banyak waktu di rumah. Jika tidak diarahkan, gadget bisa jadi hiburan semata. Tapi dengan bimbingan dan teknologi yang tepat, kita bisa mengubahnya menjadi sarana pembelajaran karakter yang efektif,” ujarnya.
Berikut empat strategi yang disampaikan Arfah untuk mengoptimalkan platform digital dalam membentuk karakter siswa selama Ramadan:
1. Aplikasi Al-Quran dan Hadits untuk Membangun Kedisiplinan
Arfah merekomendasikan pemanfaatan aplikasi seperti Qur’an Kemenag atau Muslim Pro yang dilengkapi fitur tadarus, terjemahan, dan tafsir. “Orang tua bisa membuat jadwal tadarus virtual, misalnya setelah sahur atau menjelang berbuka. Aplikasi ini juga biasanya punya fitur pengingat salat dan target khatam Al-Quran. Ini melatih anak untuk disiplin dan istiqomah,” jelasnya.
2. Platform Video untuk Menanamkan Empati dan Kepedulian Sosial
YouTube dan TikTok bisa menjadi sarana edukatif jika dikontrol dengan baik. “Ajak anak menonton konten-konten inspiratif seperti kisah para nabi, biografi tokoh muslim, atau video tentang kehidupan di daerah konflik dan kekurangan. Setelah menonton, diskusikan nilai-nilai seperti empati, rasa syukur, dan semangat berbagi. Ini lebih mengena daripada sekadar ceramah,” terang Arfah.
3. Media Sosial sebagai Wadah Tantangan Kebaikan (Goodness Challenge)
Guru yang akrab dengan dunia digital ini mendorong pemanfaatan Instagram atau Facebook untuk menyebarkan kebaikan. “Buat tantangan harian, misalnya ‘Hari Ini Aku Berbagi’, atau ‘Senyum untuk Sesama’. Minta siswa mengunggah foto atau video singkat kegiatan positif mereka dengan hashtag khusus. Ini menciptakan lingkungan digital yang sehat dan memotivasi mereka untuk berlomba-lomba dalam kebaikan,” usulnya.
4. Grup Diskusi Daring untuk Memperkuat Toleransi dan Gotong Royong
WhatsApp atau Telegram bisa difungsikan sebagai ruang diskusi interaktif. “Guru bisa mengirimkan pertanyaan pemantik setiap hari, misalnya ‘Apa makna puasa bagimu?’ atau ‘Bagaimana cara menghormati teman yang berbeda keyakinan saat berpuasa?’. Biarkan siswa berpendapat dan saling menanggapi. Ini melatih mereka berpikir kritis sekaligus menghargai perbedaan pendapat,” kata Arfah.
Arfah berharap orang tua dan guru dapat bersinergi memanfaatkan teknologi secara bijak. “Jangan biarkan anak tenggelam dalam konten yang tidak bermanfaat. Arahkan mereka, dampingi mereka. Ramadan adalah madrasah terbaik, dan teknologi adalah alatnya. Mari kita jadikan libur sekolah kali ini benar-benar menjadi libur yang memberdayakan,” tutupnya.

