13 Maret 2026

Harmony of Flavor and Texture: The Combination of Banana, Coconut Porridge, and Syrup in A Bowl if Es Pisang Ijo

WIN Media, Makassar, 19/2/2026 – Amidst the heat of Makassar’s weather, a bowl of Es Pisang Ijo presents itself as a thirst-quencher that never loses its fans. More than just a dessert, this dish is a symphony of flavor and texture combining four main elements: banana wrapped in soft green dough, savory coconut porridge, sweet red syrup, and refreshing shaved ice. How is this harmony created and why is it so special?

According to M. Nawir, Senior Researcher from Sulisa Matra Bangsa Makassar, the uniqueness of Es Pisang Ijo lies in the balance of contrasts created by each component. “This is not merely a mixture of ingredients, but a carefully designed composition. Each element has a role: some provide softness, savory notes, sweetness, and coolness. When combined, they complement each other and create a complete experience,” said Nawir.

Green Banana: The Soft and Sweet Main Star

Ripe “raja” bananas or “kepok” bananas are the primary choice. These bananas are wrapped in a green dough made from rice flour, wheat flour, coconut milk, and pandan leaf extract or pandan paste. This natural green color is not only visually appealing but also provides a distinctive fragrant aroma.

“The process of wrapping and steaming the banana with this green dough is the key to softness. Ripe bananas that are already tender, when wrapped and steamed together with the dough, become even softer and blend with the outer layer. Their melt-in-the-mouth texture becomes the main foundation of this dish,” explained Nawir.

After cooking, the green banana is cooled and ready to be combined with other components. In one serving, usually half or one whole banana is cut into pieces for easy consumption.

Coconut Porridge: The Savory and Smooth Balancer

The next layer is coconut porridge (bubur sumsum), made from rice flour, coconut milk, salt, and pandan leaves. This porridge has a smooth pudding-like texture and a savory taste from coconut milk. “Coconut porridge is the balancing element. Its savory flavor cuts through the sweetness of the banana and syrup, so the dish doesn’t feel cloying. Its smooth texture also adds a different sensory dimension,” Nawir explained.

In Nusantara culinary tradition, coconut porridge often accompanies sweet dishes. Its presence in Es Pisang Ijo demonstrates local wisdom in creating flavor balance.

Red Syrup and Shaved Ice: Sweet Touch and Coolness

The third component is sweet red syrup, usually cocopandan syrup or vanilla syrup with red coloring. This syrup provides a strong sweet taste and a visually appealing contrasting color. On top, shaved ice is added, providing a cold and refreshing sensation.

“Red syrup and shaved ice are the life-givers. Without them, this would just be ordinary banana cake. The syrup provides a sweet surprise, while the shaved ice unites all elements in a refreshing cold temperature. This is what makes Es Pisang Ijo so suitable to enjoy on hot afternoons,” added Nawir.

Some sellers also add sweetened condensed milk as a complement, adding a creamy layer that further enriches the harmony.

The Order of Enjoyment: A Flavor Journey

According to M. Nawir, the way to enjoy Es Pisang Ijo also has an ideal order. “First, enjoy the cold shaved ice with a little syrup. Feel its freshness. Then, take a little savory coconut porridge, let it melt on your tongue. Next, bite into the soft and sweet green banana. Finally, mix everything in one spoonful. That’s where true harmony is created,” he said.

Each spoonful offers a different flavor journey, depending on the composition we take. This is what makes Es Pisang Ijo never boring, even when enjoyed repeatedly.

Es Pisang Ijo in Tradition and Daily Life

Es Pisang Ijo is not just an ordinary dish. It has become part of Makassar community traditions, often served at various events such as weddings, thanksgiving celebrations, and breaking of fast during Ramadan. Its presence is always anticipated, bringing nostalgia and special happiness.

“Es Pisang Ijo is a reflection of Makassar’s culinary creativity. From simple ingredients—banana, flour, coconut milk, sugar—a complex and classy dish is born. It proves that simplicity can give birth to beauty,” concluded Nawir.


Harmoni Rasa Dan Tekstur: Perpaduan Pisang, Bubur Sumsum, Dan Sirup Dalam Semangkuk Es Pisang Ijo

WIN Media, Makassar, 19/2/2026 – Di tengah teriknya cuaca Makassar, semangkuk Es Pisang Ijo hadir sebagai pelepas dahaga yang tak pernah kehilangan penggemar. Lebih dari sekadar hidangan penutup, sajian ini adalah simfoni rasa dan tekstur yang memadukan empat elemen utama: pisang yang dibungkus adonan hijau lembut, bubur sumsum yang gurih, sirup merah yang manis, dan es serut yang menyegarkan. Bagaimana harmoni ini tercipta dan mengapa ia begitu istimewa?

Menurut M. Nawir, Peneliti Senior dari Sulisa Matra Bangsa Makassar, keunikan Es Pisang Ijo terletak pada keseimbangan kontras yang diciptakan oleh setiap komponennya. “Ini bukan sekadar campuran bahan, tetapi sebuah komposisi yang dirancang dengan cermat. Setiap elemen memiliki peran: ada yang memberi kelembutan, kegurihan, kemanisan, dan kesejukan. Ketika disatukan, mereka saling melengkapi dan menciptakan pengalaman yang utuh,” ujar Nawir.

Pisang Ijo: Bintang Utama yang Lembut dan Manis

Pisang raja atau pisang kepok yang sudah matang sempurna menjadi pilihan utama. Pisang ini dibungkus dengan adonan berwarna hijau yang terbuat dari tepung beras, tepung terigu, santan, dan air perasan daun pandan atau pasta pandan. Warna hijau alami ini tidak hanya cantik secara visual, tetapi juga memberikan aroma harum yang khas.

“Proses pembungkusan dan pengukusan pisang dengan adonan hijau ini adalah kunci kelembutan. Pisang matang yang sudah legit, ketika dibungkus dan dikukus bersama adonan, justru semakin lembut dan menyatu dengan lapisan luarnya. Teksturnya yang lumer di mulut menjadi fondasi utama hidangan ini,” jelas Nawir.

Setelah matang, pisang ijo didinginkan dan siap dipadukan dengan komponen lainnya. Dalam satu porsi, biasanya digunakan setengah atau satu buah pisang utuh yang dipotong-potong agar mudah disantap.

Bubur Sumsum: Penyeimbang yang Gurih dan Lembut

Lapisan berikutnya adalah bubur sumsum, yang terbuat dari tepung beras, santan, garam, dan daun pandan. Bubur ini memiliki tekstur lembut mirip puding dan rasa gurih yang berasal dari santan. “Bubur sumsum adalah elemen penyeimbang. Rasa gurihnya memotong manisnya pisang dan sirup, sehingga hidangan tidak terasa enek. Teksturnya yang lembut juga menambah dimensi sensori yang berbeda,” papar Nawir.

Dalam tradisi kuliner Nusantara, bubur sumsum memang sering menjadi pendamping hidangan manis. Kehadirannya dalam Es Pisang Ijo menunjukkan kearifan lokal dalam menciptakan keseimbangan rasa.

Sirup Merah dan Es Serut: Sentuhan Manis dan Kesejukan

Komponen ketiga adalah sirup manis berwarna merah, biasanya sirup cocopandan atau sirup rasa vanila dengan pewarna merah. Sirup ini memberikan rasa manis yang kuat dan warna kontras yang menarik secara visual. Di atasnya, ditaburkan es serut yang memberikan sensasi dingin dan segar.

“Sirup merah dan es serut adalah pemberi kehidupan. Tanpa keduanya, ini hanya akan menjadi kue pisang biasa. Sirup memberikan kejutan manis, sementara es serut menyatukan semua elemen dalam suhu dingin yang menyegarkan. Ini yang membuat Es Pisang Ijo begitu cocok dinikmati di siang hari yang panas,” tambah Nawir.

Beberapa penjual juga menambahkan susu kental manis putih sebagai pelengkap, memberikan lapisan rasa creamy yang semakin memperkaya harmoni.

Urutan Menikmati: Sebuah Perjalanan Rasa

Menurut M. Nawir, cara menikmati Es Pisang Ijo juga memiliki urutan yang ideal. “Pertama, nikmati es serutnya yang dingin bersama sedikit sirup. Rasakan kesegarannya. Lalu, ambil sedikit bubur sumsum yang gurih, biarkan meleleh di lidah. Kemudian, gigit pisang ijonya yang lembut dan manis. Terakhir, campur semuanya dalam satu suapan. Di situlah harmoni sejati tercipta,” ujarnya.

Setiap suapan menawarkan perjalanan rasa yang berbeda, tergantung komposisi yang kita ambil. Inilah yang membuat Es Pisang Ijo tidak pernah membosankan, meski dinikmati berkali-kali.

Es Pisang Ijo dalam Tradisi dan Keseharian

Es Pisang Ijo bukan hanya hidangan biasa. Ia telah menjadi bagian dari tradisi masyarakat Makassar, sering disajikan dalam berbagai acara seperti pesta pernikahan, syukuran, hingga buka puasa di bulan Ramadhan. Kehadirannya selalu dinantikan, membawa nostalgia dan kebahagiaan tersendiri. “Es Pisang Ijo adalah cerminan kreativitas kuliner Makassar. Dari bahan sederhana—pisang, tepung, santan, gula—lahir sebuah hidangan yang kompleks dan berkelas. Ia membuktikan bahwa kesederhanaan bisa melahirkan keindahan,” pungkas Nawir.

Related News