WIN Media, Makassar, 25/2/2026 – Behind its simplicity, a bowl of Sop Ubi Makassar holds extraordinary potential: the transformation of cassava—an abundant local food commodity—into a dish of high economic value and rich health benefits.
This phenomenon is not merely about cuisine, but also a reflection of the local wisdom of South Sulawesi’s people in optimizing the natural resources growing around them.
According to Irfan Ilyas, a culinary observer from Makassar, Sop Ubi is a perfect example of how simple ingredients can “move up” to become a culinary icon that brings economic blessings. “Cassava is a plant that grows easily everywhere, even on critical land. Its market price is very cheap. But once processed into Sop Ubi with the right technique, its value multiplies many times over. This is a creative economy miracle born from simple kitchens,” he said.
From Raw Cassava to High-Value Plate
In Sop Ubi Makassar production centers, this value transformation is clearly visible. One portion of Sop Ubi sold at IDR 20,000 to IDR 25,000 at stalls has undergone a long process: selecting quality cassava, peeling, boiling, frying, and preparing the spice-rich broth.
Irfan Ilyas explains that the economic potential doesn’t stop there. “Imagine the economic chain: cassava farmers get a sure market, market traders, spice sellers, to workers at Sop Ubi stalls. Everyone benefits from this single dish. Sop Ubi has become a real driver of the people’s economy,” he explained.
Data shows that legendary Sop Ubi stalls, consume tens of kilograms of cassava daily and serve over 100 bowls each day. This proves that traditional cuisine can sustain the livelihoods of dozens of families for generations.
Nutritional Value: Complex Carbohydrates and Protein in One Bowl
Beyond its economic value, Sop Ubi also offers health benefits that should not be overlooked. This dish is a perfect example of a balanced meal containing all the nutritional elements the body needs.
According to nutritional analysis, cassava, the main ingredient of Sop Ubi, is rich in complex carbohydrates that are digested more slowly by the body, providing longer-lasting satiety and stable energy throughout the day. Unlike white rice which quickly raises blood sugar, complex carbohydrates in cassava are more friendly to the body’s metabolic system.
“What’s interesting about Sop Ubi is its complete nutritional combination,” explains Irfan Ilyas. “Cassava as a carbohydrate source, beef or chicken in the broth as a protein source, plus fresh vegetables like bean sprouts rich in vitamins and minerals. This is an ideal breakfast menu to start the day.”
The savory broth also contains collagen and nutrients from bones that are good for joint and skin health. Meanwhile, crispy bean sprouts add intake of vitamin C, vitamin K, and fiber.
Dietary Fiber and Digestive Health
One of Sop Ubi’s advantages is its high fiber content. Cassava contains dietary fiber that helps smooth the digestive system, prevent constipation, and support the growth of good bacteria in the gut. The combination with bean sprouts and other vegetables further enriches daily fiber intake.
“In the modern era where many people consume processed foods minimal in fiber, Sop Ubi presents as an oasis of health. It reminds us that traditional foods are often healthier because they use whole, natural ingredients that don’t undergo excessive grinding or refining processes,” adds Irfan.
Source of Protein and Vitamins
With the inclusion of beef or chicken, Sop Ubi becomes a good source of protein for tissue formation and repair, as well as supporting the immune system. Meanwhile, spices like shallots, garlic, and other seasonings add antioxidants and bioactive compounds beneficial for health.
Cassava itself contains various important vitamins and minerals, including vitamin C that supports immunity, B-complex vitamins for energy metabolism, potassium for heart health, and manganese essential for bone formation.
A Culinary Heritage Worth Preserving
Irfan Ilyas emphasizes the importance of preserving culinary traditions like Sop Ubi amidst the onslaught of modern food. “Sop Ubi is not just food. It is cultural heritage and traditional knowledge about how our ancestors processed local food ingredients into nutritious dishes. This is an asset we must protect and pass on to future generations,” he stressed.
He also highlights Sop Ubi’s potential for wider development. “Imagine if Sop Ubi could be packaged as a ready-to-eat or frozen product without losing its flavor. Or if we could popularize cassava as an alternative carbohydrate source replacing rice. The potential is enormous, both economically and for public health,” he said.
Building Local Food Awareness
Amidst the healthy lifestyle trend and the movement back to local food, Sop Ubi holds a strategic position. This dish can become a bridge between local wisdom and modern needs for healthy, natural, and sustainable food.
“It’s time we take pride in our own cuisine. Sop Ubi is proof that we don’t always need to depend on imported food. The biological wealth of the archipelago already provides everything we need for a healthy life. It’s just a matter of how we process it creatively and market it intelligently,” concluded Irfan Ilyas.
From simple, cheap cassava, the people of Makassar have created a culinary treasure that not only fills the stomach but also drives the economy and nourishes the body. Every spoonful of Sop Ubi is a story of wisdom, creativity, and sustainability worth preserving.
Dari Singkong Menjadi Harta Karun: Menguak Potensi Ekonomi dan Nilai Gizi Di Balik Sepiring Sop Ubi Makassar

WIN Media, Makassar, 25/2/2026 – Di balik kesederhanaannya, sepiring Sop Ubi Makassar menyimpan potensi luar biasa: transformasi singkong—komoditas pangan lokal yang melimpah—menjadi hidangan bernilai ekonomi tinggi dan kaya manfaat kesehatan.
Fenomena ini bukan hanya soal kuliner, tetapi juga cerminan kearifan lokal masyarakat Sulawesi Selatan dalam mengoptimalkan sumber daya alam yang tumbuh di sekitar mereka.
Menurut Irfan Ilyas, pengamat kuliner Makassar, Sop Ubi adalah contoh sempurna bagaimana bahan sederhana dapat “naik kelas” menjadi ikon kuliner yang mendatangkan berkah ekonomi. “Singkong itu tanaman yang mudah tumbuh di mana-mana, bahkan di lahan kritis sekalipun. Harga jualnya di pasaran sangat murah. Tapi begitu diolah menjadi Sop Ubi dengan teknik yang tepat, nilai jualnya meningkat berkali-kali lipat. Ini adalah keajaiban ekonomi kreatif yang lahir dari dapur-dapur sederhana,” ujarnya.
Dari Ubi Mentah ke Piring Bernilai Juta
Di sentra-sentra produksi Sop Ubi Makassar, transformasi nilai ini terlihat jelas. Satu porsi Sop Ubi yang dijual dengan harga Rp20.000 hingga Rp25.000 di warung telah melalui proses panjang: pemilihan singkong berkualitas, pengupasan, perebusan, penggorengan, hingga peracikan kuah kaldu yang kaya rempah.
Irfan Ilyas menjelaskan bahwa potensi ekonominya tidak berhenti di situ. “Bayangkan rantai ekonominya: petani singkong dapat pasar pasti, pedagang pasar, penjual bumbu, hingga tenaga kerja di warung-warung sop ubi. Semua mendapat manfaat dari satu hidangan ini. Sop Ubi telah menjadi roda penggerak ekonomi kerakyatan yang nyata,” paparnya.
Data menunjukkan bahwa warung Sop Ubi legendaris mampu menghabiskan puluhan kilogram singkong per hari dan melayani hingga 100 mangkuk lebih setiap harinya. Ini adalah bukti bahwa kuliner tradisional mampu menopang penghidupan puluhan keluarga secara turun-temurun.
Nilai Gizi: Karbohidrat Kompleks dan Protein dalam Satu Mangkuk
Selain nilai ekonominya, Sop Ubi juga menawarkan manfaat kesehatan yang tidak boleh diabaikan. Hidangan ini adalah contoh sempurna makanan seimbang yang mengandung semua unsur gizi yang dibutuhkan tubuh.
Menurut analisis gizi, ubi kayu (singkong) yang menjadi bahan utama Sop Ubi kaya akan karbohidrat kompleks yang dicerna lebih lambat oleh tubuh, sehingga memberikan rasa kenyang lebih lama dan energi yang stabil sepanjang hari. Berbeda dengan nasi putih yang cepat menaikkan gula darah, karbohidrat kompleks dalam singkong lebih bersahabat bagi sistem metabolisme tubuh.
“Yang menarik dari Sop Ubi adalah kombinasi gizinya yang lengkap,” jelas Irfan Ilyas. “Ubi sebagai sumber karbohidrat, daging sapi atau ayam dalam kuah kaldu sebagai sumber protein, ditambah sayuran segar seperti tauge yang kaya vitamin dan mineral. Ini adalah menu sarapan yang sangat ideal untuk memulai hari.”
Kuah kaldu yang gurih juga mengandung kolagen dan nutrisi dari tulang yang baik untuk kesehatan sendi dan kulit. Sementara tauge yang renyah menambah asupan vitamin C, vitamin K, dan serat.
Serat Pangan dan Kesehatan Pencernaan
Salah satu keunggulan Sop Ubi adalah kandungan seratnya yang tinggi. Ubi kayu mengandung serat pangan yang baik untuk melancarkan sistem pencernaan, mencegah sembelit, dan mendukung pertumbuhan bakteri baik di usus. Kombinasi dengan tauge dan sayuran lainnya semakin memperkaya asupan serat harian.
“Di era modern di mana banyak orang mengonsumsi makanan olahan yang minim serat, Sop Ubi hadir sebagai oase kesehatan. Ia mengingatkan kita bahwa makanan tradisional seringkali lebih sehat karena menggunakan bahan-bahan alami utuh yang tidak melalui proses penggilingan atau pemurnian berlebihan,” tambah Irfan.
Sumber Protein dan Vitamin
Dengan adanya daging sapi atau ayam, Sop Ubi menjadi sumber protein yang baik untuk pembentukan dan perbaikan jaringan tubuh serta mendukung sistem kekebalan. Sementara bumbu-bumbu seperti bawang merah, bawang putih, dan rempah lainnya menambah kandungan antioksidan dan senyawa bioaktif yang bermanfaat bagi kesehatan.
Ubi kayu sendiri mengandung berbagai vitamin dan mineral penting, termasuk vitamin C yang mendukung imunitas tubuh, vitamin B kompleks untuk metabolisme energi, kalium untuk kesehatan jantung, dan mangan yang penting untuk pembentukan tulang.
Warisan Kuliner yang Perlu Dilestarikan
Irfan Ilyas menekankan pentingnya pelestarian kuliner seperti Sop Ubi di tengah gempuran makanan modern. “Sop Ubi bukan sekadar makanan. Ia adalah warisan budaya dan pengetahuan tradisional tentang bagaimana nenek moyang kita mengolah bahan pangan lokal menjadi hidangan bergizi. Ini adalah aset yang harus kita jaga dan wariskan ke generasi berikutnya,” tegasnya.
Ia juga menyoroti potensi Sop Ubi sebagai produk yang dapat dikembangkan lebih luas. “Bayangkan jika Sop Ubi bisa dikemas dalam bentuk siap saji atau dibekukan tanpa kehilangan cita rasanya. Atau jika kita bisa mempopulerkan ubi sebagai alternatif sumber karbohidrat pengganti nasi. Potensinya sangat besar, baik dari sisi ekonomi maupun kesehatan masyarakat,” ujarnya.
Membangun Kesadaran Pangan Lokal
Di tengah tren gaya hidup sehat dan gerakan kembali ke pangan lokal, Sop Ubi memiliki posisi strategis. Hidangan ini bisa menjadi jembatan antara kearifan lokal dan kebutuhan modern akan makanan sehat, alami, dan berkelanjutan.
“Sudah saatnya kita bangga dengan kuliner sendiri. Sop Ubi adalah bukti bahwa kita tidak perlu selalu bergantung pada makanan impor. Kekayaan hayati Nusantara sudah menyediakan segala yang kita butuhkan untuk hidup sehat. Tinggal bagaimana kita mengolahnya dengan kreatif dan memasarkannya dengan cerdas,” pungkas Irfan Ilyas.
Dari singkong yang sederhana dan murah, masyarakat Makassar telah menciptakan sebuah harta karun kuliner yang tidak hanya mengenyangkan perut, tetapi juga menggerakkan ekonomi dan menyehatkan tubuh. Setiap suapan Sop Ubi adalah cerita tentang kearifan, kreativitas, dan keberlanjutan yang patut kita lestarikan.

