13 Maret 2026

Digital Economy 2026: Will AI Replace Human Jobs?

WIN Media, Yogyakarta, 24/2/2026 – The massive development of Artificial Intelligence (AI) in 2026 has resurfaced a classic yet crucial question: will machines replace the human role in the workforce?

Amid the onslaught of automation and digital transformation, fears of a wave of technological unemployment are haunting many sectors again.

Kunto Wibisono, a technology and cybersecurity expert from Yogyakarta, has weighed in on this phenomenon. According to him, the “AI versus humans” narrative is a mistaken perspective. Instead, human-machine collaboration will be the key in the digital economy era of 2026.

“The question isn’t ‘will AI replace me?’, but ‘which parts of my job can be delegated to AI so I can focus on more strategic things?’. AI is a tool, not a monster. Just like computers didn’t replace accountants back in the day, but changed how they worked,” Kunto stated.

Kunto explained that repetitive, administrative, and data-based jobs will indeed become increasingly automated. However, this is where new opportunities open wide. Jobs that require emotional intelligence, creativity, complex problem-solving, and ethics—which are human domains—will become more valuable.

“It’s not the job that’s threatened, but the person if they refuse to learn. In 2026, digital literacy is no longer an option, but a must. Cybersecurity is also becoming a crucial issue. The more companies use AI, the greater the potential for cyber attacks. This opens up new job fields that didn’t exist before,” added the man who is also active in the cyber strength community.

He predicts the emergence of new professions such as AI Ethicists, industry-specific Prompt Engineers, and Cybersecurity Analysts for AI systems. For MSMEs and entrepreneurs, Kunto advises them not to be afraid to experiment with generative AI for marketing, customer service (chatbots), and simple analysis.

“MSMEs can use AI to create promotional content or translate product descriptions into foreign languages. This is an era where technology can accelerate small businesses into becoming global players,” he concluded.


Ekonomi Digital 2026: Apakah AI Akan Menggantikan Pekerjaan Manusia?

WIN Media, Yogyakarta, 24/2/2026 – Perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) yang semakin masif di tahun 2026 memunculkan kembali pertanyaan klasik namun krusial: akankah mesin menggantikan peran manusia di dunia kerja?

Di tengah gempuran otomatisasi dan transformasi digital, kekhawatiran akan gelombang pengangguran teknologi kembali menghantui banyak sektor.

Kunto Wibisono, pakar teknologi dan keamanan siber asal Yogyakarta, angkat bicara mengenai fenomena ini. Menurutnya, narasi “AI melawan manusia” adalah perspektif yang keliru. Justru, kolaborasi antara manusia dan mesin (human-machine collaboration) akan menjadi kunci utama di era ekonomi digital 2026.

“Pertanyaannya bukan ‘apakah AI akan menggantikan saya?’, tetapi ‘pekerjaan saya yang mana yang bisa didelegasikan ke AI agar saya bisa fokus pada hal yang lebih strategis?’. AI itu alat, bukan monster. Sama seperti komputer dulu tidak menggantikan akuntan, tetapi mengubah cara mereka bekerja,” ujar Kunto.

Kunto menjelaskan, pekerjaan yang bersifat repetitif, administratif, dan berbasis data memang akan semakin banyak diotomatisasi. Namun, justru di sinilah peluang baru terbuka lebar. Pekerjaan yang membutuhkan kecerdasan emosional, kreativitas, pemecahan masalah kompleks, dan etika—yang merupakan ranah manusia—akan semakin bernilai.

“Justru yang terancam bukan pekerjaannya, tapi orangnya jika tidak mau belajar. Di 2026 ini, literasi digital bukan lagi pilihan, tapi harga mati. Keamanan siber juga jadi isu krusial. Semakin banyak perusahaan menggunakan AI, semakin besar pula potensi serangan siber. Ini membuka lapangan kerja baru yang sebelumnya tidak ada,” tambah pria yang juga aktif di komunitas keamanan siber.

Ia memprediksi akan lahir profesi-profesi baru seperti AI Ethicist, Prompt Engineer spesialis industri, dan Cybersecurity Analyst untuk sistem AI. Untuk UMKM dan wirausaha, Kunto menyarankan agar tidak takut bereksperimen dengan AI generatif untuk pemasaran, layanan pelanggan (chatbot), dan analisis sederhana.

“UMKM bisa memanfaatkan AI untuk membuat konten promosi atau menerjemahkan deskripsi produk ke bahasa asing. Ini adalah era di mana teknologi bisa mengakselerasi bisnis kecil menjadi pemain global,” tutupnya.

Related News