WIN Media, Yogyakarta, 8/2/2026 – The surge in digital transactions at the start of the year brings not only opportunities but also increased cyberattack risks for Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs). With limited resources and technical knowledge, MSMEs online stores often become easy targets for hackers. However, experts assert that consistent basic protection can prevent over 80% of common threats.
Kunto Wibisono, a cybersecurity expert from Yogyakarta, revealed that most cases originate from simple negligence. “MSMEs often think cybersecurity is complicated and expensive. In reality, its biggest enemies are ignorance and carelessness. Attacks like phishing to steal store logins or ransomware that locks data can be anticipated by diligently implementing fundamental protection steps,” he explained to WIN Media.
The Most Frequent Threats and Simple Ways to Counter Them
- Phishing and Social Engineering: Scams using the lure of large orders or fake technical support to steal marketplace or email account credentials.
- Protection: Always verify the identity of email or chat senders. Never click on suspicious links. Use a separate email for business transactions.
- Malware and Ransomware: Malicious software that infiltrates through downloaded files or attachments, capable of stealing data or locking devices until a ransom is paid.
- Protection: Install trusted antivirus software on all devices (laptops/phones) and always keep it updated. Do not download software from unofficial sources.
- Weak Passwords: Using easy-to-guess passwords (like “123456” or the business name) and reusing them across various platforms.
- Protection: Use Multi-Factor Authentication (2FA). Activate this feature on all marketplace, email, and business social media accounts. Create unique, strong passwords for each account.
- Platform and Plugin Vulnerabilities: Online stores on standalone websites that use outdated and unupdated plugins or themes.
- Protection: Perform regular updates for all website software, themes, and plugins. Use a simple Web Application Firewall (WAF), which is commonly provided by hosting services.
Building a Digital Security Culture Within the Team
Kunto Wibisono emphasized that cybersecurity is a collective responsibility. “Business owners must lead by example and provide basic understanding to all team members who access the online store account. Establish standard procedures for verifying large orders or customer data requests. Often, humans are both the best firewall and the weakest link,” he elaborated.
The most crucial yet often forgotten step is regular data backup. “Always routinely backup product databases, customer lists, and transaction records to separate cloud storage or an external hard drive. If an attack occurs, you can restore the online store without having to pay a ransom or lose everything,” added Kunto.
In facing an ever-evolving cybersecurity threat landscape, the commitment to diligently implement simple steps is an investment whose value far outweighs the potential losses from data breaches or business downtime.
Ancaman Keamanan Siber: Proteksi Sederhana untuk Toko Online UMKM

WIN Media, Yogyakarta, 8/2/2026 – Lonjakan transaksi digital pada awal tahun tidak hanya membawa peluang, tetapi juga meningkatkan risiko serangan siber bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Dengan keterbatasan sumber daya dan pengetahuan teknis, toko online UMKM seringkali menjadi target empuk bagi peretas. Namun, pakar menegaskan bahwa perlindungan dasar yang konsisten dapat mencegah lebih dari 80% ancaman umum.
Kunto Wibisono, pakar keamanan siber dari Yogyakarta, mengungkapkan bahwa mayoritas kasus bermula dari kelalaian sederhana. “UMKM kerap berpikir bahwa keamanan siber itu rumit dan mahal. Padahal, musuh terbesarnya adalah ketidaktahuan dan kecerobohan. Serangan seperti phishing untuk mencuri login toko atau ransomware yang mengunci data, bisa diantisipasi dengan disiplin menerapkan langkah-langkah proteksi fundamental,” jelasnya kepada WIN Media.
Ancaman yang Paling Sering Menyerang dan Cara Sederhana Menghadapinya
- Phishing dan Social Engineering: Penipuan dengan iming-iming pesanan besar atau dukungan teknis palsu untuk mencuri kredensial akun marketplace atau email.
- Proteksi: Selalu verifikasi identitas pengirim email atau chat. Jangan pernah klik tautan mencurigakan. Gunakan email terpisah untuk transaksi bisnis.
- Malware dan Ransomware: Software berbahaya yang menyusup melalui file unduhan atau lampiran, dapat mencuri data atau mengunci perangkat hingga meminta tebusan.
- Proteksi: Pasang antivirus tepercaya di semua perangkat (laptop/HP) dan selalu perbarui (update). Jangan mengunduh software dari sumber tidak resmi.
- Kelemahan Kata Sandi: Penggunaan kata sandi yang mudah ditebak (seperti “123456” atau nama usaha) dan digunakan ulang di berbagai platform.
- Proteksi: Gunakan Otentikasi Multi-Faktor (2FA). Aktifkan fitur ini di semua akun marketplace, email, dan media sosial bisnis. Buat kata sandi unik yang kuat untuk setiap akun.
- Kerentanan Platform dan Plugin: Toko online di website mandiri yang menggunakan plugin atau tema usang dan tidak diperbarui.
- Proteksi: Lakukan pembaruan (update) rutin untuk semua perangkat lunak website, tema, dan plugin. Gunakan Firewall Aplikasi Web (WAF) sederhana yang banyak disediakan layanan hosting.
Membangun Budaya Keamanan Digital dalam Tim
Kunto Wibisono menekankan bahwa keamanan siber adalah tanggung jawab kolektif. “Pemilik usaha harus menjadi contoh dan memberikan pemahaman dasar kepada semua anggota tim yang mengakses akun toko online. Buat prosedur standar untuk memverifikasi pesanan besar atau permintaan data pelanggan. Seringkali, manusia adalah firewall terbaik sekaligus titik terlemah,” paparnya.
Langkah paling krusial yang sering terlupa adalah backup data rutin. “Selalu backup database produk, daftar pelanggan, dan catatan transaksi secara teratur ke penyimpanan cloud yang terpisah atau hard drive eksternal. Jika serangan terjadi, Anda bisa memulihkan toko online tanpa harus menebus atau kehilangan segalanya,” tambah Kunto.
Dalam menghadapi lanskap ancaman siber yang terus berkembang, komitmen untuk menjalankan langkah-langkah sederhana dengan disiplin adalah investasi yang nilainya jauh lebih besar dibandingkan potensi kerugian akibat kebocoran data atau pemadaman bisnis.

