WIN Media, Makassar, 31/1/2026 – As Ramadan 1447 AH, predicted to fall from late February to March 2026, approaches, super app platforms are preparing a series of special programs. Moving beyond mere discount promotions, this year several digital giants like Gojek, Grab, Shopee, and Tokopedia are focusing on launching special initiatives aimed at empowering and accelerating transactions for Halal Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs). This peak spiritual and economic moment of the year has become a strategic arena for strengthening the digital halal ecosystem.
According to Asriyana, an expert in Sharia Economics and the Halal Industry at STIE YPUP, this move is a logical evolution. “Ramadan and Eid al-Fitr are no longer just about transaction volume, but about building trust and loyalty within the digital halal ecosystem. Super apps see halal MSMEs not merely as merchant partners, but as a new, sustainable growth center. These special programs are an investment to create a positive lock-in effect among increasingly critical Muslim consumers,” she told.
Forms of Programs and Benefits for Halal MSMEs
Several program patterns being launched include:
- Curation & Special Categories: Creation of a “Halal Ramadan Market“, “Favorite Halal MSMEs“, or “Curated Iftar Dishes” landing page or category, making it easier for consumers to find trusted products.
- Mentoring and Digital Literacy: Provision of on-boarding training, online store optimization, and content creation that highlights halal values and the unique storytelling of MSMEs.
- Cost and Logistics Incentives: Subsidies for shipping costs, temporary reductions in platform fees, or affordable logistics packages specifically for halal category products such as ready-to-eat meals, cookies, and iftar snack packages.
- Integration of Sharia Payment and Donation: Facilitating integration with Sharia digital wallets or displaying options for Zakat, Infak, and Sadaqah (ZIS) payments within the main application.
Increasing Visibility and Transparency
“Special curation programs are very helpful,” said Santi, owner of a halal catering box business in Tangerang. “Last year, my business was listed in a ‘Budget-Friendly Iftar’ recommendation list on an app. Revenue increased by 300% during Ramadan because consumers felt safer with the platform’s recommendation label.”
Asriyana added that this also serves as an educational tool. “Major platforms have a responsibility to verify ‘halal’ claims. Collaboration with certification authorities like BPJPH in these programs will enhance overall trust. Consumers are ultimately not just looking for ‘cheap’ and ‘fast’, but also for ‘definitely halal’,” she emphasized.
Challenges
Despite the benefits, Asriyana reminds that these programs must not be merely ceremonial. The challenge is ensuring sustainable benefits after Ramadan and preventing MSMEs from being submerged again once the program ends. Furthermore, uneven digital literacy among traditional halal business actors can be an obstacle.
Going forward, collaboration between super apps and the national halal ecosystem will deepen. It will extend beyond the point of sale to include the supply chain, Sharia financing, and digital certification. Ramadan 2026 marks that Indonesia’s digital economy is beginning to accommodate the specific needs of its society more substantively, where halal values become a primary commodity and commitment.
Ramadan & Idul Fitri 2026, Momentum “Super App” Luncurkan Program Khusus UMKM Halal

WIN Media, Makassar, 31/1/2026 – Menjelang Ramadan 1447 H yang diprediksi jatuh pada akhir Februari hingga Maret 2026, platform super app bersiap dengan sejumlah program spesial. Tidak sekadar promosi diskon, tahun ini sejumlah raksasa digital seperti Gojek, Grab, Shopee, dan Tokopedia fokus meluncurkan inisiatif khusus yang menyasar pemberdayaan dan percepatan transaksi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) halal. Momentum spiritual dan lonjakan ekonomi terbesar dalam setahun ini menjadi ajang strategis untuk memperkuat ekosistem halal digital.
Menurut Asriyana, Pakar Ekonomi Syariah dan Industri Halal STIE YPUP, langkah ini merupakan evolusi logis. “Ramadan dan Idul Fitri bukan lagi hanya tentang volume transaksi, tapi tentang membangun trust dan loyalitas dalam ekosistem halal digital. Super app melihat UMKM halal bukan sekadar mitra penjual, tetapi sebagai pusat pertumbuhan baru yang berkelanjutan. Program khusus ini adalah investasi untuk menciptakan lock-in effectpositif di kalangan konsumen muslim yang semakin kritis,” ujarnya.
Bentuk Program dan Manfaatnya bagi UMKM Halal
Beberapa pola program yang diluncurkan meliputi:
- Kurasi & Kategori Khusus: Pembuatan landing page atau kategori “Pasar Ramadan Halal”, “UMKM Halal Favorit”, atau “Hidangan Buka Puasa Terkurasi” yang memudahkan konsumen menemukan produk terpercaya.
- Pendampingan dan Literasi Digital: Penyediaan pelatihan onboarding, optimasi toko online, dan pembuatan konten yang menonjolkan nilai halal dan storytelling khas UMKM.
- Insentif Biaya dan Logistik: Subsidi ongkos kirim, penurunan komisi (platform fee) sementara, atau paket logistik terjangkau khusus untuk produk-produk kategori halal seperti makanan siap saji, kue kering, dan paket takjil.
- Integrasi Pembayaran dan Donasi Syariah: Mempermudah integrasi dengan dompet digital syariah atau menampilkan pilihan pembayaran Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) di aplikasi utama.
Meningkatkan Visibilitas dan Transparansi
“Program kurasi khusus sangat membantu,” kata Santi, pemilik usaha katering nasi box halal di Tangerang. “Tahun lalu, usaha saya masuk dalam daftar rekomendasi ‘Buka Puasa Hemat’ di sebuah aplikasi. Omset bisa naik 300% selama Ramadan karena konsumen merasa lebih aman dengan label rekomendasi platform.”
Asriyana menambahkan, ini juga menjadi sarana edukasi. “Platform besar punya tanggung jawab untuk memverifikasi klaim ‘halal’. Kolaborasi dengan otoritas sertifikasi seperti BPJPH dalam program ini akan meningkatkan trustsecara keseluruhan. Konsumen akhirnya tidak hanya mencari yang ‘murah’ dan ‘cepat’, tetapi juga yang ‘pasti halalnya’,” tegasnya.
Tantangan
Di balik manfaat, Asriyana mengingatkan agar program ini tidak bersifat seremonial belaka. Tantangannya adalah memastikan manfaat berkelanjutan pasca-Ramadan dan mencegah UMKM tenggelam kembali ketika program berakhir. Selain itu, literasi digital yang belum merata di kalangan pelaku usaha halal tradisional bisa menjadi penghambat.
Kedepannya, kolaborasi super app dengan ekosistem halal nasional akan semakin mendalam. Tidak hanya di titik jual-beli, tetapi juga dalam rantai pasok, pembiayaan syariah, dan sertifikasi digital. Ramadan 2026 menjadi penanda bahwa ekonomi digital Indonesia mulai mengakomodasi spesifikasi kebutuhan masyarakatnya secara lebih substantif, di mana nilai-nilai kehalalan menjadi komoditas dan komitmen utama.

