5 September 2026

Synergy in Research and Community Service, LPPM STIE YPUP Makassar Establishes Cooperation with IAI DDI Sidenreng Rappang

WIN Media, Sidenreng Rappang, 15/8/2026 – In an effort to strengthen the Tri Dharma of Higher Education in the fields of research and community service, the Institute for Research and Community Service (LPPM) of the Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) YPUP Makassar has entered into a strategic partnership with LPPM of the Institut Agama Islam (IAI) DDI Sidenreng Rappang. The signing of the Memorandum of Understanding (MoU) took place on Saturday, at the IAI DDI Sidenreng Rappang campus (August 15, 2026).

The cooperation was signed by the Head of LPPM STIE YPUP Makassar, Muh. Fuad Randy, and the Head of LPPM IAI DDI Sidenreng Rappang, Sri Hasnawati. Both parties agreed to optimize institutional synergy to support the enhancement of research quality, scientific publications, and community service.

Muh. Fuad Randy stated that this cooperation is a concrete step in expanding collaborative networks among universities. “We hope that through this MoU, both institutions can mutually strengthen academic capacity, particularly in encouraging research productivity and lecturer publications,” he said.

In line with this, Sri Hasnawati expressed her optimism about the positive impact of this collaboration on the development of knowledge within IAI DDI Sidenreng Rappang. “This collaboration opens opportunities for lecturers and researchers at both institutions to share knowledge, conduct joint research, and improve the quality of scientific journal management,” she explained.

The scope of the agreed cooperation covers ten areas of activity, including collaborative journal writing and publication, collaborative research, performance improvement and journal management, research and community service reviewers, OJS (Open Journal System) web customization, research and community service workshops, and scientific meetings.

Harry Yulianto, the Head of STIE YPUP Makassar, added that both parties also agreed that the funding for activities will be jointly covered based on further agreements, while technical implementation will be regulated in separate agreements. This MoU is valid for three years and may be extended or terminated with the consent of both parties.

The signing of this MoU is expected to be a significant moment for strengthening academic synergy among universities in South Sulawesi, while also encouraging the creation of a more productive and impactful research ecosystem for the community, Harry Yulianto concluded.


Sinergi Penelitian dan Pengabdian, LPPM STIE YPUP Makassar Jalin Kerjasama dengan IAI DDI Sidenreng Rappang

WIN Media, Sidenreng Rappang, 15/8/2026 – Dalam upaya memperkuat Tri Dharma Perguruan Tinggi di bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) YPUP Makassar menjalin kerjasama strategis dengan LPPM Institut Agama Islam (IAI) DDI Sidenreng Rappang. Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) berlangsung pada hari Sabtu, di Kampus IAI DDI Sidenreng Rappang (15/8/2026).

Kerjasama ini ditandatangani oleh Ketua LPPM STIE YPUP Makassar, Muh. Fuad Randy,  dan Ketua LPPM IAI DDI Sidenreng Rappang, Sri Hasnawati. Kedua belah pihak sepakat untuk mengoptimalkan sinergi kelembagaan guna mendukung peningkatan kualitas penelitian, publikasi ilmiah, serta pengabdian kepada masyarakat.

Muh. Fuad Randy menyampaikan bahwa kerjasama ini merupakan langkah nyata dalam memperluas jaringan kolaborasi antar perguruan tinggi. “Kami berharap melalui MoU ini, kedua lembaga dapat saling memperkuat kapasitas akademik, khususnya dalam mendorong produktivitas riset dan publikasi dosen,” ujarnya.

Senada dengan itu, Sri Hasnawati mengungkapkan optimismenya terhadap dampak positif kerjasama ini bagi pengembangan keilmuan di lingkungan IAI DDI Sidenreng Rappang. “Kolaborasi ini membuka peluang bagi dosen dan peneliti di kedua institusi untuk berbagi pengetahuan, melakukan riset bersama, serta meningkatkan kualitas pengelolaan jurnal ilmiah,” tuturnya.

Ruang lingkup kerjasama yang disepakati mencakup sepuluh bidang kegiatan, antara lain collaborative penulisan dan publikasi jurnal, collaborative research, peningkatan kinerja dan pengelolaan jurnal, reviewer penelitian dan pengabdian, kostumisasi Web OJS (Open Journal System), workshop penelitian dan pengabdian, serta pertemuan ilmiah.

Harry Yulianto, Ketua STIE YPUP Makassar menambahkan kedua belah pihak juga menyepakati bahwa pembiayaan kegiatan akan ditanggung bersama berdasarkan kesepakatan lebih lanjut, sementara teknis pelaksanaan akan diatur dalam perjanjian tersendiri. MoU ini berlaku selama tiga tahun dan dapat diperpanjang atau diakhiri atas persetujuan kedua belah pihak.

Penandatanganan MoU ini diharapkan menjadi momentum penting bagi penguatan sinergi akademik antar perguruan tinggi di Sulawesi Selatan, sekaligus mendorong terciptanya ekosistem riset yang lebih produktif dan berdampak bagi masyarakat, pungkas Harry Yulianto.

Related News