WIN Media, Makassar, 14/8/2026 – In a strategic effort to face the challenges of digital transformation, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Yayasan Pendidikan Ujung Pandang (STIE YPUP) Makassar has officially established a collaboration with Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Nobel Indonesia through the signing of a Memorandum of Understanding (MoU). This partnership aims to strengthen innovation and the development of superior human resources (HR) in the digital era.
The MoU signing ceremony, held at the ITB Nobel Indonesia campus (14/8/2026), reflects both universities’ adaptation to the rapid advancement of technology. This strategic cooperation is expected to drive digital transformation in education and business, while also reinforcing the implementation of the Tri Dharma Perguruan Tinggi (the Three Pillars of Higher Education), which encompass education, research, and community service.
The Rector of ITB Nobel Indonesia, Badaruddin, emphasized that this collaboration is an important step in expanding institutional networks. According to him, universities cannot work alone in facing the digital era. “The involvement of various parties is needed so that the educational development process runs well and ultimately leads to improved human resource quality,” he said.
Meanwhile, the Chairman of STIE YPUP, Harry Yulianto, welcomed the collaboration positively and noted that the partnership with ITB Nobel Indonesia would open up broad opportunities for student and lecturer development. “Cooperation programs with various strategic partners have been running well for a long time. We hope that more positive things will emerge in the future, especially in facing digital challenges,” he stated.
Through this collaboration, both institutions are committed to developing various joint programs, including lecturer and student exchanges, joint research, and integrated community service. STIE YPUP, which has strong expertise in management, synergizes with ITB Nobel Indonesia, which is proficient in technology and business, creating an ideal combination to produce innovative and competent human resources.
Looking ahead, this collaboration is expected to create an innovative, collaborative, and digitally adaptive educational ecosystem. Both institutions are optimistic that this synergy will give birth to a younger generation that not only masters management knowledge but is also skilled in utilizing technology to address real-world societal challenges.
With this MoU, STIE YPUP and ITB Nobel Indonesia reaffirm their commitment to continuously innovate and adapt amid the currents of digital transformation, while strengthening the role of higher education in enlightening the nation, Harry concluded.
STIE YPUP dan ITB Nobel Bermitra untuk Memperkuat Inovasi dan SDM di Era Digital

WIN Media, Makassar, 14/8/2026 – Dalam upaya strategis menghadapi tantangan transformasi digital, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Yayasan Pendidikan Ujung Pandang (STIE YPUP) Makassar resmi menjalin kerja sama dengan Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Nobel Indonesia melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU). Kolaborasi ini bertujuan untuk memperkuat inovasi dan pengembangan sumber daya manusia (SDM) unggul di era digital.
Penandatanganan MoU yang berlangsung di kampus ITB Nobel (14/8/2026) menjadi bentuk adaptasi kedua perguruan tinggi terhadap pesatnya kemajuan teknologi. Kerja sama strategis ini diharapkan mampu mendorong transformasi digital di dunia pendidikan dan bisnis, sekaligus memperkuat pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang mencakup pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Rektor ITB Nobel Indonesia, Badaruddin, menegaskan bahwa kolaborasi ini merupakan langkah penting dalam memperluas jejaring kelembagaan. Menurutnya, perguruan tinggi tidak bisa bekerja sendiri dalam menghadapi era digital. “Dibutuhkan keikutsertaan berbagai pihak agar proses pembangunan pendidikan berjalan dengan baik dan bermuara pada peningkatan kualitas sumber daya manusia,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua STIE YPUP, Harry Yulianto, menyambut positif kerja sama ini dan menilai bahwa kolaborasi dengan ITB Nobel Indonesia akan membuka ruang luas bagi pengembangan mahasiswa dan dosen. “Program kerja sama dengan berbagai mitra strategis sudah berjalan baik sejak lama. Kami berharap akan muncul lagi hal-hal positif ke depannya, terutama dalam menghadapi tantangan digital,” ungkapnya.
Dalam kerja sama ini, kedua institusi berkomitmen untuk mengembangkan berbagai program kolaboratif, termasuk pertukaran dosen dan mahasiswa, penelitian bersama, serta pengabdian kepada masyarakat yang terintegrasi. STIE YPUP yang memiliki pengalaman kuat di bidang manajemen, bersinergi dengan ITB Nobel Indonesia yang mumpuni di bidang teknologi dan bisnis, menciptakan kombinasi ideal untuk mencetak SDM yang inovatif dan kompeten.
Ke depan, kolaborasi ini diharapkan dapat menghadirkan ekosistem pendidikan yang inovatif, kolaboratif, dan adaptif terhadap perkembangan digital. Kedua institusi optimistis bahwa sinergi ini akan melahirkan generasi muda yang tidak hanya menguasai ilmu manajemen, tetapi juga terampil memanfaatkan teknologi untuk menjawab tantangan nyata di masyarakat.
Dengan adanya MoU ini, STIE YPUP dan ITB Nobel Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus berinovasi dan beradaptasi di tengah arus transformasi digital, sekaligus memperkuat peran pendidikan tinggi dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, pungkas Harry.

