8 Mei 2026

AI Robots to Replace Human Roles? China Begins Trial of Automated Traffic Controllers

WIN Media, Yogyakarta, 27/3/2026 – China has taken another bold step in artificial intelligence adoption by deploying AI-powered robots on busy urban roads. These robotic units are designed to monitor traffic flow, guide vehicles, and enhance road safety through automated systems.

The trial, taking place in several major cities, is part of China’s broader push toward smart traffic management. Videos circulating on social media show the robots operating amid heavy traffic, interacting with road users via sensors and visual signals.

The move has sparked public debate. While some hail it as a breakthrough toward efficient future cities, others question its impact on human roles—such as traffic police and street marshals.

Efficiency Must Not Ignore Cybersecurity

Commenting on the development, Kunto Wibisono, a technology and cybersecurity expert based in Yogyakarta, said the deployment of AI robots in public spaces is a major leap forward, but must be accompanied by caution.

“From an efficiency standpoint, it’s impressive. Robots don’t get tired, aren’t affected by emotions, and can work 24/7. But we also have to ask: how secure are these systems from hacking? If a traffic-control robot could be compromised, chaos on the streets could be deliberately created,” Kunto said.

Kunto also highlighted the aspect of human role transition. In his view, automation should serve as a tool to assist humans, not merely replace them. “We need to rethink how human workers are reassigned to more strategic functions, rather than simply being replaced,” he added.

Although the trial is currently limited to China, Kunto believes other countries—including Indonesia—should begin preparing for the smart city era, especially in terms of regulation and cybersecurity.

“We cannot close our eyes. This technology will arrive sooner or later. What matters is our readiness to ensure its implementation is safe, ethical, and inclusive,” he concluded.

As of this report, the Chinese government has not released official data on the expansion of the AI robot program. Nonetheless, the move underscores the country’s ambition to become a global leader in integrating AI into public infrastructure.


Robot AI Gantikan Peran Manusia? China Mulai Uji Coba Pengatur Lalu Lintas Otomatis

WIN Media, Yogyakarta, 27/3/2026 – China kembali menunjukkan langkah agresifnya dalam mengadopsi kecerdasan buatan (AI) dengan mulai mengerahkan robot berteknologi AI di ruas-ruas jalan perkotaan yang padat. Robot-robot ini dirancang untuk memantau arus lalu lintas, mengarahkan kendaraan, serta meningkatkan keselamatan jalan secara otomatis.

Uji coba yang tersebar di sejumlah kota besar ini menjadi bagian dari dorongan besar China menuju sistem manajemen lalu lintas cerdas (smart traffic management). Dalam video yang beredar di media sosial, robot-robot tersebut tampak beroperasi di tengah hiruk-pikuk kendaraan, berinteraksi dengan pengguna jalan melalui sensor dan sinyal visual.

Langkah ini memicu perdebatan publik. Sebagian pihak melihatnya sebagai terobosan menuju kota masa depan yang efisien, sementara sebagian lain mempertanyakan dampaknya terhadap peran manusia, seperti polisi lalu lintas dan petugas pengatur jalan.

Efisiensi, tapi Jangan Abai Keamanan Siber

Menanggapi perkembangan ini, Kunto Wibisono, pakar teknologi dan keamanan siber asal Yogyakarta, menilai bahwa penggunaan robot AI di ruang publik merupakan loncatan besar, namun tetap harus dibarengi dengan kewaspadaan.

“Dari sisi efisiensi, ini jelas mengesankan. Robot tidak lelah, tidak terpengaruh emosi, dan bisa bekerja 24 jam. Tapi kita juga harus bertanya: seberapa aman sistem ini dari peretasan? Jika robot pengatur lalu lintas bisa diretas, maka kekacauan di jalan bisa dengan sengaja diciptakan,” ujar Kunto.

Kunto juga menyoroti aspek transisi peran manusia. Menurutnya, otomatisasi seharusnya menjadi alat bantu, bukan sekadar pengganti. “Kita perlu memikirkan ulang bagaimana tenaga manusia dialihkan ke fungsi yang lebih strategis, bukan sekadar ‘digantikan’,” tambahnya.

Meski uji coba baru dilakukan di China, Kunto menilai negara-negara lain, termasuk Indonesia, perlu mulai mempersiapkan diri menghadapi era kota cerdas, terutama dari sisi regulasi dan keamanan siber.

“Kita tidak bisa menutup mata. Teknologi ini akan datang cepat atau lambat. Yang penting adalah kesiapan kita dalam mengawal agar penerapannya aman, etis, dan inklusif,” pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, pemerintah China belum merilis data resmi mengenai perluasan program robot AI di jalan raya. Namun, langkah ini menegaskan ambisi Negeri Tirai Bambu untuk menjadi pemimpin global dalam integrasi AI ke dalam infrastruktur publik.

Related News