8 Mei 2026

GambitHunter: Indonesian-Built AI Agent Hunts Online Gambling, from Captcha to Cybercrime Networks

WIN Media, Yogyakarta, 23/3/2026 – Three Indonesian software engineers have made a mark at the OpenAI Codex Hackathon in Singapore by developing an AI agent called GambitHunter. In just seven hours, they built a system capable of hunting down online gambling sites and tracking their financial roots—going beyond conventional domain blocking, which has long been considered ineffective.

The team—comprising Steven Sukma Limanus, Ilham Firdausi Putra, and Reynaldo Wijaya Hendry—secured second place in the competition. GambitHunter autonomously browses the internet, identifies online gambling platforms, and extracts critical information such as bank account numbers or phone numbers used by operators to accept deposits. The system can also capture screenshots of payment pages as transaction evidence.

“Blocking domains is like playing whack-a-mole. You block one domain, ten mirrors can pop up the same day. Domains are easy to create, but bank accounts are not,” Ilham said.

This AI-agent approach is considered more strategic because it targets financial instruments that cannot be quickly replaced en masse. Despite encountering challenges such as CAPTCHA and the extremely short development timeline, the project successfully demonstrated the potential of artificial intelligence in detecting illegal activities online.

AI Agents Could Be a Game Changer

Kunto Wibisono, a technology and cybersecurity expert based in Yogyakarta, said innovations like GambitHunter mark a new phase in combating online gambling and other cybercrimes.

“So far, the dominant approach has been content and domain blocking. That’s reactive and easy to bypass. With AI agents that can gather transaction evidence and trace operator accounts, we are moving upstream to tackle the root of the problem,” Kunto.

He noted that challenges such as CAPTCHA and the constantly evolving tactics of illegal operators must be addressed with adaptive AI models. “Nevertheless, the direction is right. If developed further, this technology could be used not only for online gambling but also for detecting digital fraud, data theft, and even organized cybercrime networks,” he explained.

Kunto also emphasized the importance of collaboration among innovators, regulators, and financial institutions to follow up on the findings generated by systems like GambitHunter.

Moving forward, the development team stated they aim to demonstrate that AI can be used to solve real-world problems. “We hope AI-agent-based approaches will be increasingly adopted to detect various illegal activities on the internet,” Ilham concluded.


GambitHunter: AI Agen Asal Indonesia yang Berburu Judi Online, dari Captcha hingga Jaringan Kejahatan Siber

WIN Media, Yogyakarta, 23/3/2026 – Tiga software engineer Indonesia menorehkan prestasi di ajang OpenAI Codex Hackathon di Singapura dengan menciptakan AI agent bernama GambitHunter. Dalam waktu hanya tujuh jam, mereka berhasil membangun sistem yang mampu memburu situs judi online hingga ke akar pendanaannya—melampaui sekadar pemblokiran domain yang selama ini dinilai tidak efektif.

Tim yang terdiri dari Steven Sukma Limanus, Ilham Firdausi Putra, dan Reynaldo Wijaya Hendry ini meraih juara kedua dalam kompetisi tersebut. GambitHunter dirancang untuk menjelajahi internet secara otonom, mengidentifikasi situs judi online, lalu mengekstrak informasi penting seperti nomor rekening bank atau nomor ponsel yang digunakan bandar untuk menerima deposit. Sistem ini juga mampu mengambil tangkapan layar halaman pembayaran sebagai bukti transaksi.

“Memblokir domain itu seperti permainan whack-a-mole. Blokir satu domain, sepuluh mirror bisa muncul di hari yang sama. Domain mudah dibuat, tapi rekening bank tidak,” ujar Ilham.

Pendekatan berbasis AI agent ini dinilai lebih strategis karena menyasar instrumen keuangan yang sulit diganti secara massal. Meski sempat terkendala fitur CAPTCHA dan waktu pengembangan yang sangat singkat, proyek ini berhasil menunjukkan potensi kecerdasan buatan dalam mendeteksi aktivitas ilegal di ranah digital.

AI Agen Bisa Jadi Game Changer

Kunto Wibisono, pakar teknologi dan keamanan siber dari Yogyakarta, menilai inovasi seperti GambitHunter membuka babak baru dalam pemberantasan judi online dan kejahatan siber lainnya.

“Selama ini pendekatan yang dominan adalah pemblokiran konten dan domain. Itu reaktif dan mudah dielakkan. Dengan AI agent yang mampu mengumpulkan bukti transaksi dan menjejak rekening bandar, kita bergerak ke hulu persoalan,” ujar Kunto.

Ia menambahkan bahwa tantangan seperti CAPTCHA dan dinamika modus operandi bandar harus diantisipasi dengan pengembangan model AI yang adaptif. “Namun, arahnya sudah tepat. Jika dikembangkan lebih lanjut, teknologi ini bisa digunakan tidak hanya untuk judi online, tetapi juga untuk mendeteksi penipuan digital, pencurian data, hingga jaringan kejahatan siber terorganisir,” jelasnya.

Kunto juga menyoroti pentingnya kolaborasi antara inovator, regulator, dan lembaga keuangan untuk menindaklanjuti temuan yang dihasilkan oleh sistem seperti GambitHunter.

Ke depan, tim pengembang menyatakan bahwa mereka ingin menunjukkan AI bisa digunakan untuk memecahkan masalah nyata di masyarakat. “Kami berharap pendekatan berbasis AI agent ini semakin banyak diadopsi untuk mendeteksi berbagai aktivitas ilegal di internet,” pungkas Ilham.

Related News