WIN Media, Malang, 22/2/2026 – Ramadan is always a special moment for culinary entrepreneurs in Malang. Among dozens of takjil flooding afternoon markets, one traditional dish remains resilient and has even transformed into a promising goldmine: Jenang Grendul.
These chewy balls made from rice flour and glutinous rice flour, served with savory coconut milk, are now transforming not only in taste but also in marketing strategies.
According to Hari Sulistyo, a culinary observer from Malang, the fasting month is a golden moment for traditional culinary MSMEs. “Jenang Grendul has a strong market share because it carries nostalgia. However, to compete and maximize profits, business players cannot rely solely on authentic taste. They must innovate and understand today’s consumer behavior,” said Hari.
Flavor Innovation: Catering to the Younger Generation’s Tastes
One of the most effective strategies employed by Malang MSMEs is presenting modern flavor variants without leaving traditional essence behind. If previously Jenang Grendul was only known in original palm sugar flavor, now various variants have emerged:
- Chocolate Jenang Grendul – Coconut milk combined with cocoa powder or melted dark chocolate.
- Cheese Jenang Grendul – Savory grated cheese creates a unique blend with sweet palm sugar.
- Matcha Jenang Grendul – Following the green tea trend, this variant attracts young people who love Korean and Japanese culture.
- Red Velvet Jenang Grendul – Attractive red color with a more modern taste.
- Durian Jenang Grendul – For durian lovers, this variant becomes a favorite in several areas.
“This flavor innovation is not merely following trends but a market expansion strategy. With new variants, those who initially didn’t like traditional Jenang Grendul might become interested in trying. After that, they can be introduced to the original variant,” explained Hari.
Modern Packaging: Visual Appeal and Practicality
Besides taste, packaging becomes a crucial factor in increasing selling value. Malang MSMEs are now competing to present aesthetic and practical packaging. If previously Jenang Grendul was only wrapped in banana leaves or regular plastic, now it’s available in:
- Transparent plastic cups with attractive label stickers.
- Mica boxes for large quantity orders.
- Leak-proof standing pouches that are easy to carry.
- Hamper packages containing Jenang Grendul with various other takjil, packaged in beautiful baskets.
Hari Sulistyo emphasizes the importance of packaging in the digital era. “Today’s consumers, especially the younger generation, eat with their eyes. They are more interested in buying photogenic products worthy of uploading to Instagram or TikTok. Beautiful packaging is free marketing,” he explained.
Digital Marketing: Reaching Wider Consumers
Marketing strategies are also transforming. Malang MSMEs utilize various digital platforms to reach consumers:
- Social Media – Instagram and TikTok become virtual showrooms to showcase products. Video content of the making process, unboxing, and buyer testimonials are mainstays.
- Marketplaces – Shopee, Tokopedia, and Lazada are flooded with Jenang Grendul products with Ramadan pre-order systems.
- Delivery Services – Partnering with GoFood, GrabFood, and ShopeeFood to reach consumers reluctant to leave home.
- WhatsApp Business – Facilitates communication and large quantity orders.
“In the past, Jenang Grendul sellers only relied on passersby at the market. Now, they can sell out of town, even out of the island. Digital marketing opens new horizons for MSMEs,” revealed Hari.
Collaborations and Strategic Partnerships
Another interesting trend is the rise of collaborations between business players. Several successful examples in Malang:
- Jenang Grendul x Coffee – Served as a complementary menu at modern cafes.
- Jenang Grendul x Malang Souvenirs – Sold at souvenir shops as a typical Ramadan gift.
- Jenang Grendul x Catering – Becomes part of iftar menu packages for companies or institutions.
“These collaborations are mutually beneficial. Jenang Grendul producers gain new markets, while their partners get unique products that differentiate them from competitors,” added Hari.
Challenges and Success Tips
Behind the great opportunities, there are challenges to watch out for:
- Intense Competition – More new players are emerging, especially those merely following trends without understanding quality.
- Raw Material Price Fluctuations – Prices of coconut milk, sugar, and flour may increase approaching Ramadan.
- Production Capacity – Demand surges must be balanced with adequate production capabilities.
- Taste Consistency – Innovation must not compromise the core flavor that is characteristic.
Hari Sulistyo provides tips for MSMEs wanting to succeed during Ramadan:
- Start Preparation Well in Advance – Market research, recipe trials, and packaging design should be done 2-3 months beforehand.
- Maintain Quality – Innovation is allowed, but don’t reduce the core product’s quality.
- Utilize “Flash Sale” Moments – Offer attractive promotions at D-7, D-3, and D-1 of Ramadan.
- Build Community – Create loyal customer groups on WhatsApp or Telegram to facilitate communication.
- Document the Process – Create engaging content about the making process to increase consumer trust.
The Future of Jenang Grendul: Between Tradition and Modernity
Hari Sulistyo is optimistic that Jenang Grendul will continue to evolve. “Jenang Grendul has strong capital: taste accepted by all groups, affordable prices, and high nostalgic value. With proper adaptation, it could become an iconic Malang culinary item known worldwide, like meatballs or rawon,” he concluded.
Now, when hunting for takjil in Malang, don’t be surprised to find Jenang Grendul in various beautiful packaging and unique flavors. Behind each chewy ball lies a story of creativity, hard work, and the never-give-up spirit of MSME players utilizing the holy month as a golden opportunity.
Tips for Choosing Quality Jenang Grendul:
- Texture – Balls should be chewy, not mushy or hard.
- Broth – Coconut milk should be savory and not spoil quickly.
- Taste – Palm sugar sweetness should taste natural, not from artificial sweeteners.
- Packaging – Choose tightly sealed ones with distribution permit labels.
Peluang Emas Di Bulan Puasa: Strategi UMKM Malang Meraup Cuan Lewat Jenang Grendul Kekinian

WIN Media, Malang, 22/2/2026 – Bulan Ramadhan selalu menjadi momentum istimewa bagi pelaku kuliner di Malang. Di antara puluhan takjil yang membanjiri pasar sore, satu hidangan tradisional tetap bertahan dan bahkan menjelma menjadi ladang cuan yang menjanjikan: Jenang Grendul.
Bola-bola kenyal berbahan tepung beras dan tepung ketan yang disajikan dengan kuah santan gurih ini kini bertransformasi, tidak hanya dalam rasa tetapi juga strategi pemasarannya.
Menurut Hari Sulistyo, pemerhati kuliner dari Malang, bulan puasa adalah momentum emas bagi UMKM kuliner tradisional. “Jenang Grendul memiliki pangsa pasar yang kuat karena membawa nostalgia. Namun, untuk bisa bersaing dan meraih cuan maksimal, pelaku usaha tidak bisa hanya mengandalkan rasa autentik. Mereka harus berinovasi dan memahami perilaku konsumen masa kini,” ujar Hari.
Inovasi Rasa: Menjawab Selera Generasi Muda
Salah satu strategi paling efektif yang dilakukan UMKM Malang adalah menghadirkan varian rasa kekinian tanpa meninggalkan esensi tradisional. Jika dulu jenang grendul hanya dikenal dengan rasa original gula merah, kini bermunculan varian seperti:
- Jenang Grendul Cokelat – Kuah santan dipadukan dengan cokelat bubuk atau lelehan dark chocolate.
- Jenang Grendul Keju – Taburan keju parut yang gurih menciptakan perpaduan unik dengan manisnya gula merah.
- Jenang Grendul Matcha – Mengikuti tren green tea, varian ini menarik minat anak muda pecinta budaya Korea dan Jepang.
- Jenang Grendul Red Velvet – Warna merah menarik dengan rasa yang lebih modern.
- Jenang Grendul Durian – Bagi pencinta durian, varian ini menjadi primadona di beberapa daerah.
“Inovasi rasa ini bukan sekadar ikut-ikutan tren, tetapi strategi perluasan pasar. Dengan varian baru, mereka yang awalnya tidak suka jenang grendul tradisional bisa tertarik mencoba. Setelah itu, mereka bisa dikenalkan pada varian originalnya,” jelas Hari.
Kemasan Modern: Daya Tarik Visual dan Praktis
Selain rasa, kemasan menjadi faktor krusial dalam meningkatkan nilai jual. UMKM Malang kini berlomba-lomba menghadirkan kemasan yang estetis dan praktis. Jika dulu jenang grendul hanya dibungkus daun pisang atau plastik biasa, sekarang tersedia dalam:
- Cup plastik transparan dengan stiker label yang menarik.
- Box mika untuk pesanan dalam jumlah besar.
- Pouch standing yang tahan bocor dan mudah dibawa.
- Paket hampers berisi jenang grendul dengan aneka takjil lainnya, dikemas dalam keranjang cantik.
Hari Sulistyo menekankan pentingnya kemasan di era digital. “Konsumen zaman sekarang, terutama generasi muda, makan dengan mata. Mereka akan lebih tertarik membeli produk yang fotogenik, yang layak diunggah ke Instagram atau TikTok. Kemasan cantik adalah marketing gratis,” paparnya.
Pemasaran Digital: Menjangkau Konsumen Lebih Luas
Strategi pemasaran juga bertransformasi. UMKM Malang memanfaatkan berbagai platform digital untuk menjangkau konsumen:
- Media Sosial – Instagram dan TikTok menjadi etalase virtual untuk memamerkan produk. Konten video proses pembuatan, unboxing, dan testimoni pembeli menjadi andalan.
- Marketplace – Shopee, Tokopedia, dan Lazada dibanjiri produk jenang grendul dengan sistem pre-order Ramadhan.
- Layanan Pesan Antar – Bekerja sama dengan GoFood, GrabFood, dan ShopeeFood untuk menjangkau konsumen yang malas keluar rumah.
- WhatsApp Bisnis – Memudahkan komunikasi dan pemesanan dalam jumlah besar.
“Dulu, penjual jenang grendul hanya mengandalkan pembeli yang lewat di pasar. Sekarang, mereka bisa menjual ke luar kota, bahkan luar pulau. Pemasaran digital membuka cakrawala baru bagi UMKM,” ungkap Hari.
Kolaborasi dan Kemitraan Strategis
Tren lain yang menarik adalah maraknya kolaborasi antar pelaku usaha. Beberapa contoh sukses di Malang:
- Jenang Grendul x Kopi – Dijadikan menu pendamping di kafe-kafe kekinian.
- Jenang Grendul x Oleh-Oleh Khas Malang – Dijual di toko oleh-oleh sebagai buah tangan khas Ramadhan.
- Jenang Grendul x Catering – Menjadi bagian dari paket menu buka puasa perusahaan atau instansi.
“Kolaborasi ini saling menguntungkan. Produsen jenang grendul mendapatkan pasar baru, sementara mitra mereka mendapatkan produk unik yang membedakan mereka dari kompetitor,” tambah Hari.
Tantangan dan Tips Sukses
Di balik peluang besar, ada tantangan yang perlu diwaspadai:
- Persaingan Ketat – Semakin banyak pemain baru, terutama yang sekadar ikut-ikutan tren tanpa memahami kualitas.
- Fluktuasi Harga Bahan Baku – Harga santan, gula, dan tepung bisa naik menjelang Ramadhan.
- Kapasitas Produksi – Lonjakan permintaan harus diimbangi dengan kemampuan produksi yang memadai.
- Konsistensi Rasa – Inovasi tidak boleh mengorbankan cita rasa inti yang menjadi ciri khas.
Hari Sulistyo memberikan tips bagi UMKM yang ingin sukses di musim Ramadhan:
- Mulai Persiapan Jauh-jauh Hari – Riset pasar, uji coba resep, dan desain kemasan sebaiknya dilakukan 2-3 bulan sebelumnya.
- Jaga Kualitas – Inovasi boleh, tapi jangan sampai mengurangi kualitas produk inti.
- Manfaatkan Momen “Flash Sale” – Berikan promo menarik di H-7, H-3, dan H-1 Ramadhan.
- Bangun Komunitas – Ciptakan grup pelanggan setia di WhatsApp atau Telegram untuk memudarkan komunikasi.
- Dokumentasi Proses – Buat konten menarik tentang proses pembuatan untuk meningkatkan kepercayaan konsumen.
Masa Depan Jenang Grendul: Antara Tradisi dan Modernitas
Hari Sulistyo optimis bahwa jenang grendul akan terus berkembang. “Jenang grendul punya modal kuat: rasa yang diterima semua kalangan, harga terjangkau, dan nilai nostalgia yang tinggi. Dengan adaptasi yang tepat, ia bisa menjadi ikon kuliner Malang yang mendunia, seperti halnya bakso atau rawon,” pungkasnya.
Kini, saat berburu takjil di Malang, jangan heran jika menemukan jenang grendul dalam berbagai kemasan cantik dan rasa unik. Di balik setiap bulatan kenyal itu, ada cerita tentang kreativitas, kerja keras, dan semangat pantang menyerah para pelaku UMKM yang memanfaatkan bulan suci sebagai peluang emas.
Tips Memilih Jenang Grendul Berkualitas:
- Tekstur – Bulatan harus kenyal, tidak lembek atau keras.
- Kuah – Santan harus gurih dan tidak cepat basi.
- Rasa – Manis gula merah harus terasa alami, bukan dari pemanis buatan.
- Kemasan – Pilih yang tersegel rapat dan mencantumkan label izin edar.

