14 Maret 2026

National Press Day: Media and MSMEs Collaboration for Effective Promotion

WIN Media, Makassar, 10/2/2026 – The commemoration of National Press Day (HPN) 2026, held in Banten Province from February 6–9, carried the grand theme “A Healthy Press, a Sovereign Economy, a Strong Nation”. This theme underscores the strategic role of the press not only as a pillar of democracy but also as an economic driver, including in supporting the development of Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs).

Throughout the HPN 2026 celebration, various collaborative activities involved local MSMEs. A total of 43 MSMEs producing Banten’s distinctive crafts, fashion, and culinary products enlivened the exhibition at Pancaniti Field, Banten Provincial Government Center (KP3B), Serang City. HPN participants from across Indonesia enthusiastically enjoyed these superior products while witnessing cultural performances that strengthened local identity .

In fact, this event brought tangible economic impact to local residents, with hotel occupancy increasing and street vendors like a satay seller near the venue, admitting his merchandise sold out quickly as journalists flocked to his stall.

Harry Yulianto, Editor-in-Chief of WIN Media, emphasized that moments like HPN are golden opportunities for MSMEs to gain extensive exposure through collaboration with the media.

Collaboration between media and MSMEs is not merely a transactional relationship but a strategic partnership that benefits both parties. Media gain fresh, community-relevant content, while MSMEs get a stage to introduce their products to a wider audience.

In today’s digital era, this synergy can be packaged in various formats: coverage of superior products, inspirational business profiles, or joint events involving the readership community, ” Harry told.

According to him, the media’s role in supporting MSMEs can be realized in several strategic forms:

1. Product Coverage and Business Profiles

Media can serve as a bridge connecting MSMEs with potential consumers through articles, profile videos, or product reviews. In-depth and engaging coverage can build consumer trust in local products. “Consumers tend to trust products that have been covered by media more because there’s a curation and verification process, albeit informal. This is a form of earned media that is extremely valuable for MSMEs, ” Harry explained.

2. Joint Exhibitions and Events

HPN 2026 proved that MSME exhibitions integrated into national-scale events can attract thousands of visitors. Similar collaborations can be conducted in other events such as city anniversaries, cultural festivals, or press conferences. Besides boosting direct sales, exhibitions also serve as market testing grounds and networking opportunities.

3. Collaborative Digital Content

In the digital age, media communicates not only through print or websites but also through social media, podcasts, and videos. Collaboration can take the form of joint content, such as Instagram Live sessions featuring MSME products, podcasts with MSME founders, or TikTok challenges involving local products. This approach not only expands reach but also makes promotions feel more authentic and relevant to the younger generation.

4. Education and Mentoring

Media can also act as an empowerment agent by providing special columns offering tips and tricks on marketing, financial management, or digitization for MSMEs. Media can even collaborate with academics or practitioners to conduct training or workshops. “When MSMEs level up, they become potential sources of advertising and content for media. This is a long-term investment that must be viewed holistically, ” Harry added.

5. Policy Advocacy

Media has the power to voice the aspirations of MSME actors to the government. By highlighting strategic issues such as access to capital, ease of licensing, or protection from the onslaught of imported products, media can encourage the birth of policies that are more favorable to the local economy.

The success of media and MSME collaboration has been demonstrated in various regions. In Bandung, for instance, the Community Service Team from Telkom University collaborated with Mariyumm Catering to develop creative digital content, including Instagram feed designs and reel templates, successfully strengthening branding and expanding market reach.

In Demak, KKN students from UNISNU Jepara helped Bunda Catering MSME with logo creation, banners, and social media accounts, making the business appear more professional and widely known to the community.

At the international level, TikTok Shop’s ASEAN Soar Together program successfully empowered 50 MSMEs across Southeast Asia, including eight from the Philippines, to utilize digital platforms in reaching new audiences and converting engagement into sales. This proves that collaboration with digital platforms, including social media, can be a significant growth accelerator.

Harry Yulianto concluded the interview with an optimistic message. “The press and MSMEs are two important pillars in national development. The press maintains the health of democracy, MSMEs maintain the health of the economy. When both collaborate synergistically, the impact will be extraordinary.

WIN Media is committed to continuing to be a home for Indonesian MSMEs, not only through news coverage but also through tangible empowerment programs. Together, let’s realize a sovereign economy and a strong nation, ” he concluded.


Hari Pers Nasional: Kolaborasi Media dan UMKM untuk Promosi Efektif

WIN Media, Makassar, 10/2/2026 – Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 yang digelar di Provinsi Banten pada 6–9 Februari lalu mengusung tema besar “Pers Sehat, Ekonomi Berdaulat, Bangsa Kuat”. Tema ini menegaskan peran strategis pers tidak hanya sebagai pilar demokrasi, tetapi juga sebagai penggerak ekonomi, termasuk dalam mendukung perkembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Sepanjang perayaan HPN 2026, berbagai kegiatan kolaboratif melibatkan UMKM lokal. Sebanyak 43 UMKM produk kriya, fashion, dan kuliner khas Banten turut memeriahkan pameran di Lapangan Pancaniti, Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Kota Serang. Para peserta HPN dari seluruh Indonesia tampak antusias menikmati produk-produk unggulan sekaligus menyaksikan pentas budaya yang memperkuat identitas lokal.

Perhelatan ini membawa dampak ekonomi nyata bagi warga sekitar, dengan okupansi hotel meningkat dan pedagang kaki lima seperti penjual sate di lokasi acara, mengaku dagangannya laris manis diserbu para wartawan.

Harry Yulianto, Pemimpin Redaksi WIN Media, menegaskan bahwa momen seperti HPN adalah peluang emas bagi UMKM untuk mendapatkan eksposur luas melalui kolaborasi dengan media.

Kolaborasi antara media dan UMKM bukan sekadar hubungan transaksional, tetapi kemitraan strategis yang saling menguntungkan. Media mendapatkan konten segar dan dekat dengan masyarakat, sementara UMKM mendapatkan panggung untuk memperkenalkan produknya ke khalayak yang lebih luas.

Di era digital seperti sekarang, sinergi ini bisa dikemas dalam berbagai format: liputan produk unggulan, profil usaha inspiratif, atau even bersama yang melibatkan komunitas pembaca, ” ujar Harry.

Menurutnya, peran media dalam mendukung UMKM dapat diwujudkan dalam beberapa bentuk strategis:

1. Liputan Produk dan Profil Usaha

Media dapat menjadi jembatan yang menghubungkan UMKM dengan konsumen potensial melalui artikel, video profil, atau ulasan produk. Liputan yang mendalam dan menarik mampu membangun kepercayaan konsumen terhadap produk lokal. “Konsumen cenderung lebih percaya pada produk yang pernah diliput media karena ada proses kurasi dan verifikasi, meskipun tidak formal. Ini adalah bentuk earned media yang sangat berharga bagi UMKM, ” jelas Harry.

2. Pameran dan Even Bersama

HPN 2026 membuktikan bahwa pameran UMKM yang disisipkan dalam even skala nasional mampu menarik perhatian ribuan pengunjung. Kolaborasi serupa dapat dilakukan dalam even-even lain, seperti hari jadi kota, festival budaya, atau konferensi pers. Selain meningkatkan penjualan langsung, pameran juga menjadi ajang uji pasar dan membangun jejaring.

3. Konten Digital Kolaboratif

Di era digital, media tidak hanya berbicara melalui cetak atau situs web, tetapi juga melalui media sosial, podcast, dan video. Kolaborasi dapat berupa konten bersama, seperti sesi live Instagram yang menampilkan produk UMKM, podcast dengan founder UMKM, atau tantangan (challenge) di TikTok yang melibatkan produk lokal. Pendekatan ini tidak hanya memperluas jangkauan, tetapi juga membuat promosi terasa lebih autentik dan relevan bagi generasi muda.

4. Edukasi dan Pendampingan

Media juga dapat berperan sebagai agen pemberdayaan dengan menyediakan rubrik khusus yang memberikan tips dan trik seputar pemasaran, manajemen keuangan, atau digitalisasi bagi UMKM. Bahkan, media dapat berkolaborasi dengan akademisi atau praktisi untuk mengadakan pelatihan atau workshop. “Ketika UMKM naik kelas, mereka akan menjadi sumber iklan dan konten yang potensial bagi media. Ini investasi jangka panjang yang harus dilihat secara holistik, ” tambah Harry.

5. Advokasi Kebijakan

Media memiliki kekuatan untuk menyuarakan aspirasi pelaku UMKM kepada pemerintah. Dengan mengangkat isu-isu strategis seperti akses permodalan, kemudahan perizinan, atau perlindungan dari gempuran produk impor, media dapat mendorong lahirnya kebijakan yang lebih berpihak kepada ekonomi lokal.

Keberhasilan kolaborasi media dan UMKM telah dibuktikan di berbagai daerah. Di Bandung, misalnya, Tim Pengabdian Masyarakat Telkom University berkolaborasi dengan Mariyumm Catering untuk mengembangkan konten digital kreatif, termasuk desain feed Instagram dan template reels, yang berhasil memperkuat branding dan memperluas jangkauan pasar.

Di Demak, mahasiswa KKN UNISNU Jepara membantu UMKM Bunda Catering dengan pembuatan logo, banner, dan akun media sosial, sehingga usaha tersebut tampil lebih profesional dan dikenal masyarakat luas.

Di tingkat internasional, program ASEAN Soar Together dari TikTok Shop berhasil memberdayakan 50 UMKM di kawasan Asia Tenggara, termasuk delapan dari Filipina, untuk memanfaatkan platform digital dalam menjangkau audiens baru dan mengonversi engagement menjadi penjualan. Ini membuktikan bahwa kolaborasi dengan platform digital, termasuk media sosial, dapat menjadi akselerator pertumbuhan yang signifikan.

Harry Yulianto menutup wawancara dengan pesan optimistis. “Pers dan UMKM adalah dua pilar penting dalam pembangunan bangsa. Pers menjaga kesehatan demokrasi, UMKM menjaga kesehatan ekonomi. Ketika keduanya berkolaborasi secara sinergis, dampaknya akan luar biasa.

WIN Media berkomitmen untuk terus menjadi rumah bagi UMKM Indonesia, tidak hanya melalui pemberitaan, tetapi juga melalui program-program pemberdayaan yang nyata. Mari bersama kita wujudkan ekonomi yang berdaulat dan bangsa yang kuat, ” pungkasnya.

Related News