WIN Media, Makassar, 4/3/2026 – The increasingly expensive cost of tutoring has led many parents to seek more affordable alternatives. In 2026, a wave of new learning applications has emerged, equipped with advanced artificial intelligence (AI) features claiming to replace the role of private tutors. But which ones are truly effective in helping children understand the subject matter?
Harry Yulianto, an Educational Technology Expert from STIE YPUP Makassar, reviews five of the most talked-about learning apps in early 2026. According to him, not all apps are created equal.
“Some apps merely transfer books onto the screen, but others truly understand the psychology of children’s learning. Parents need to be discerning in their choices,” said Harry.
Here is review of 5 latest learning apps of 2026:
1. SayaBisaAI
This locally developed app uses adaptive AI technology. This means the questions presented adjust to the child’s comprehension level. If the child answers incorrectly, the AI provides re-explanations in different ways until the child truly understands.
- Strengths: High personalization, suitable for children who are shy about asking questions in class.
- Weaknesses: Paid subscription and currently limited to exact science subjects.
2. MathQuest 2026
Focused on mathematics, this app packages complex problems into adventure game formats. Children solve puzzles while defeating monsters, subconsciously practicing their arithmetic skills.
- Strengths: Highly addictive, making children want to spend more time learning.
- Weaknesses: Less suitable for children already addicted to games, as they might lose focus on learning.
3. RuangGuru Global
The latest version of this well-known platform now features “5-Minute Learning,” which are TikTok-style short videos explaining difficult concepts in a super concise manner.
- Strengths: Comprehensive content from elementary to high school, includes Q&A features with teachers.
- Weaknesses: Video quality can be inconsistent across different topics.
4. BacaCerdas
This app is specifically designed to boost children’s reading interest and literacy. With natural text-to-speech technology, children can listen while reading. It also includes comprehension quizzes at the end of each chapter.
- Strengths: Suitable for children with dyslexia or those struggling with reading.
- Weaknesses: Its book library is still dominated by children’s stories, lacking heavy textbook materials.
5. LabVirtual IPA
For science subjects, this app provides a 3D virtual laboratory. Children can conduct experiments like assembling electrical circuits or observing chemical reactions without any risk.
- Strengths: Excellent visualization, helps understand abstract concepts.
- Weaknesses: Requires large RAM and a stable internet connection.
Harry emphasizes that apps are merely tools. “No app can completely replace the role of parents. The best app is one that sparks a child’s curiosity, not one that makes them passively stare at a screen,” explained the STIE YPUP Makassar lecturer.
He recommends that parents accompany their children during the first few weeks of using an app, just to ensure they are using the learning features, not just the entertainment ones.
Review Aplikasi Belajar Terbaru 2026: Mana yang Bantu Anak Paham Tanpa Bimbel?

WIN Media, Makassar, 4/3/2026 – alternatif yang lebih terjangkau. Di tahun 2026, deretan aplikasi belajar terbaru hadir dengan fitur canggih berbasis kecerdasan buatan (AI) yang mengklaim mampu menggantikan peran tutor privat. Namun, mana yang benar-benar efektif membantu anak paham materi pelajaran?
Harry Yulianto, Pakar Teknologi Pendidikan dari STIE YPUP Makassar, mencoba mengulas lima aplikasi belajar yang paling banyak diperbincangkan di awal tahun 2026 ini. Menurutnya, tidak semua aplikasi diciptakan sama.
“Ada aplikasi yang sekadar memindahkan buku ke layar, tapi ada juga yang benar-benar memahami psikologi belajar anak. Orang tua harus jeli memilih,” ujar Harry.
Berikut adalah review 5 aplikasi belajar terbaru 2026:
1. SayaBisaAI
Aplikasi buatan anak bangsa ini menggunakan teknologi AI adaptif. Artinya, soal yang muncul akan menyesuaikan dengan tingkat pemahaman anak. Jika anak salah menjawab, AI akan memberikan penjelasan ulang dengan cara yang berbeda hingga anak benar-benar paham.
- Kelebihan: Personalisasi tinggi, cocok untuk anak yang malu bertanya di kelas.
- Kekurangan: Berbayar dan masih terbatas untuk mata pelajaran eksakta saja.
2. MathQuest 2026
Berfokus pada matematika, aplikasi ini mengemas soal-soal rumit ke dalam bentuk game petualangan. Anak diajak memecahkan teka-teki sambil mengalahkan monster, tanpa sadar mereka sedang berhitung.
- Kelebihan: Sangat adiktif dan membuat anak betah berlama-lama belajar.
- Kekurangan: Kurang cocok untuk anak yang sudah kecanduan game, karena bisa kehilangan fokus belajar.
3. RuangGuru Global
Versi terbaru dari platform terkenal ini kini dilengkapi dengan fitur “Belajar 5 Menit” yaitu video-video pendek ala TikTok yang menjelaskan konsep sulit dengan cara super ringkas.
- Kelebihan: Konten lengkap dari SD hingga SMA, ada fitur tanya jawab dengan guru.
- Kekurangan: Kualitas video kadang tidak merata antar materi.
4. BacaCerdas
Aplikasi ini didesain khusus untuk meningkatkan minat baca dan literasi anak. Dengan teknologi text-to-speech yang natural, anak bisa mendengarkan sambil membaca. Ada juga fitur kuis pemahaman di setiap akhir bab.
- Kelebihan: Cocok untuk anak disleksia atau yang kesulitan membaca.
- Kekurangan: Pustaka bukunya masih didominasi cerita anak, kurang untuk buku pelajaran berat.
5. LabVirtual IPA
Untuk pelajaran IPA, aplikasi ini menyediakan laboratorium virtual 3D. Anak bisa melakukan eksperimen seperti merangkai listrik atau melihat reaksi kimia tanpa takut meledak.
- Kelebihan: Visualisasi luar biasa, membantu pemahaman konsep abstrak.
- Kekurangan: Membutuhkan RAM besar dan koneksi internet stabil.
Harry menekankan bahwa aplikasi hanyalah alat. “Tidak ada aplikasi yang bisa menggantikan peran orang tua sepenuhnya. Aplikasi terbaik adalah yang mampu memicu rasa ingin tahu anak, bukan yang membuat anak pasif menatap layar,” jelas dosen STIE YPUP Makassar.
Ia merekomendasikan orang tua untuk mendampingi anak saat menggunakan aplikasi di minggu-minggu pertama, sekadar memastikan anak menggunakan fitur belajar, bukan fitur hiburannya saja.

